Ambil Sepeda Mini untuk Anak, Kusnandar Babak Belur
Selasa, 17 Jul 2007 19:28 WIB
Jakarta - Siapa yang mau menjadi pengemis. Sudah hasilnya tak tentu, kerapkali dicaci orang.Seperti yang dialami Kusnandar warga Jl STM Walang RT 02/5 Koja Jakarta Utara. Karena bosan hidup susah sebagai pengemis, lelaki 32 tahun itu pun berusaha mengakhiri profesi yang telah dilakoni sejak dua tahun lalu.Namun sayang, profesi yang dipulih Kusnandar tidak halal. Dia berniat menjadi pencuri ulung.Kusnandar melakukan aksi perdananya di kompleks Dewa Kembar Cilincing. Namun sial, saat akan mengambil sepeda mini di salah satu rumah warga, seorang tetangga korban mengetahui aksi Kusnandar. Kusnandar pun babak belur dikeroyok massa."Saya cuma ambil sepeda mini. Dalam bayangan saya, saya ingat anak saya yang masih kecil. Buat dia mungkin akan membuat senang," kata Kusnandar sembari tertunduk lesu usai diperiksa polisi di Mapolsek Cilincing, Jl Sungai Landak, Jakarta Utara, Selasa (17/7/2007).Sebelum menjadi pencuri, Kusnandar yang mempunyai anak Widya (4,5) dan Depti (2,5) biasa berprofesi sebagai pengemis di Koja dan Cilincing.Ketika ia berniat beralih profesi itu, ia berusaha meggabungkan teknik pengemis dan pencuri."Saya pura-puranya masih jadi pengemis. Tok-tok-tok," tutur Kusnandar mempraktekkan.Rumah sepi dan jalan kampung lengang, mendorong ia mengambil sepeda mini yang terletak di teras rumah. Saat hendak membopong sepeda curian itu, tetangga mengetahui dan meneriaki maling."Kaget aja. Saya nggak bisa lari. Digebukin, pasrah saja," ucapnya pasrah.Kini, ia harus mempertanggungjawabkan tindakan menyimpangnya. Ia dikenai pasal 363 KUHP tentang pencurian plus bonus tahanan polsek yang sempit dan bau."Kami terimakasih ke warga yang melapor. Meski disayangkan ada tindakan main hakim sendiri," kata Kapolsek Cilincing Kompol Sutikno.
(Ari/ken)











































