Kepsek Arogan, Guru SMP 20 Semarang Boikot Mengajar
Selasa, 17 Jul 2007 18:13 WIB
Semarang - Jengkel karena pengaturan jadwal tidak adil, puluhan guru SMP 20 Semarang melakukan boikot mengajar. Akibatnya, siswa-siswi dipulangkan lebih awal.Aksi boikot itu sudah berlangsung sejak hari pertama masuk sekolah, yakni Senin 16 Juli 2007 kemarin. Para guru tetap datang ke sekolah, tapi tidak mengajar.Karena tidak ada respons, para guru melakukan boikot mengajar lagi pada Selasa (17/7/2007).Aksi boikot itu akan dilakukan sampai kepala sekolah (kepsek) mau mengubah jadwal mengajar, terutama bagi guru-guru honorer. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan ulang antara guru dan kepala sekolah."Kepala sekolah arogan. Untuk menentukan jadwal, dia tidak meminta masukan dari para guru," kata guru Matematika, Susi, saat ditemui wartawan di SMP Negeri 20, Jalan Kapas Utara, Genuk, Semarang.Susi menuturkan, kepala sekolah memberikan jadwal mengajar kelas 9 kepada guru-guru honorer. Padahal, hal itu menjadi tanggung jawab guru-guru senior."Kalau tuntutan ini tidak direspons, maka kami minta kepala sekolah diturunkan dari jabatanya," tandasnya.Kepala Sekolah SMP 20 Semarang, Setya Budi, mengaku belum membicarakan ulang permasalahan jadwal jam mengajar dengan para guru, karena saat ini, pihak sekolah masih dalam suasana kegiatan penerimaan siswa baru.Berdasarkan keterangan yang dihimpun, akibat aksi boikot itu, banyak siswa kelas 8 dan 9 yang pulang lebih awal, karena tidak ada guru yang mengajar sebagaimana hari biasa.
(try/sss)











































