Asosiasi Haji & Umroh: Secara Politis, RI Bisa Boikot Haji
Selasa, 17 Jul 2007 15:54 WIB
Jakarta -
Menteri Agama Maftuh Basyuni mengancam Arab Saudi untuk tidak memberangkatkan jamaah haji Indonesia jika negeri petro dolar itu menerapkan larangan terbang bagi maskapai Indonesia.Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPURI) menilai boikot haji itu secara politis bisa dilakukan. Hanya saja sebaiknya kita tidak mempertajam masalah ini.Berikut petikan wawancara detikcom dengan Ketua AMPURI Baluki Ahmad, Selasa (17/7/2007):.Menag mengancam tidak akan memberangkatkan jamah haji Indonesia ke Arab, bagaimana tanggapan Bapak?Sekarang ini lagi proses klarifikasi. Departemen Perhubungan kita sendiri diberikan waktu jaminan keselamatan sampai minggu keempat bulan Ramadhan. Pada saat sekaranglah kita harus memperbaiki tampilan terhada keselamatan penerbangan kita.Tapi Menag sendiri sudah mengancam akan menghentikan keberangkatan jamaah haji kita?Kalau sudah menyangkut ONH, pihak pemerintah juga tidak akan gegabah. Tidak ada kondisi penerbangan kita yang tidak baik menyangkut tentang haji. Kalau seandainya Arab melarang maskapai kita bagaimana?Saya yakin tidak akan dilakukan penolakan oleh Arab karena jamaah haji menyangkut ibadah. Risikonya terlalu tinggi melarang satu-satunya angkutan jamaah haji. Itu hal yang gegabah.Apa yang Anda maksud dengan risikonya terlalu tinggi?Kan ini yang diberangkatkan jamaah haji. Yang kita tahu posisinya tidak berubah, seperti tanggal keberangkatan. Begitu juga dengan penetapan penerbangan pesawat itu sudah pasti. Jadi ini semua tidak mudah untuk mengubahnya. Itu yang jadi pertimbangan pastinya oleh Saudi, sejauh mana mereka lihat tidak layak penerbangan Indonesia. Ini yang masih perlu diperbaiki oleh pemerintah kita. Saudi juga harus melihat (perbaikan) itu.Apa ada alasan yang khusus Arab melarang maskapai kita selain terpengaruh Uni Eropa?Kita tidak terlalu tajam untuk melihat ada hal lain di dalamnya. Concern Pemerintah Saudi tidak akan berdampak panjang. Karena sebenarnya Garuda sendiri punya performance yang baik di dunia.Bagaimana dengan wacana boikot mengirim jamaah haji?Kalau secara politis, itu bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Tapi marilah kita kita tidak mempertajam masalah ini. Kan ada waktu deadline minggu keempat bulan Ramadhan. Saya yakin pemerintah bisa selesaikan. Saya optimis, karena dampaknya akan berat.Dampak berat seperti apa?Kan ini tamu Allah, saya yakin kalau jamaah haji sangat diperhatikan oleh Arab Saudi. Jadi tidak mungkin mereka melarang. Sebenarnya (peringatan Arab) itu baik, maksudnya untuk memperbaiki dan memperhatikan keselamatan jamaah haji kita.
(ziz/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































