Kualitas Penerbang Rendah Diduga Pengaruhi Larangan Terbang
Selasa, 17 Jul 2007 15:29 WIB
Jakarta -
Kualitas SDM penerbangan di Indonesia dianggap masih rendah. Kondisi ini diduga ikut mempengaruhi larangan terbang maskapai penerbangan RI oleh Uni Eropa dan Arab Saudi.Kualitas penerbang Indonesia dinilai tidak seimbang dengan pertumbuhan bisnis angkutan udara di Tanah Air yang mengalami booming beberapa tahun terakhir ini."Kualitas SDM penerbangan di Indonesia masih rendah karena belum mengacu pada standar internasional," kata ketua International Air Transport Association (IATA) Indonesia Bermawi Martawardaya di Kantor IATA, Jalan Blora, Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (17/7/2007).Kualitas SDM yang rendah ini, ditegaskannya, menjadi salah satu penilaian dunia internasional atas larangan penerbangan maskapai RI dari beberapa negara saat ini."Banyak maskapai penerbangan di Indonesia yang memiliki standar pendidikan sendiri, sehingga tidak mengacu pada standar internasional, terutama IATA," katanya.IATA merupakan asosiasi maskapai penerbangan-penerbangan besar di dunia dengan jumlah anggota saat ini 260 maskapai penerbangan.Di Indonesia, yang menjadi anggota IATA, baru Garuda Indonesia. Untuk menjadi anggota IATA, setiap maskapai harus memiliki sertifikat IATA Operation Safety Audit (IOSA). Garuda baru akan mengantongi sertifikat ini Agustus nanti.Keuntungan menjadi anggota IATA, selain bisa diterima di dunia penerbangan internasional, juga lebih mudah dalam kerjasama dengan maskapai internasional. "Seharusnya maskapai yang lain menyusul Garuda menjadi anggota IATA," saran Bermawi.
(umi/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































