Ayo Dukung Wacana Boikot Haji!

Ayo Dukung Wacana Boikot Haji!

- detikNews
Selasa, 17 Jul 2007 15:24 WIB
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni bersikap tegas. Menag mewacanakan tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini, bila pemerintah Arab Saudi melarang pesawat Indonesia. Wacana yang disampaikan Menag harus didukung oleh pemerintah dan rakyat. "Saya mendukung sikap tegas Menag yang siap untuk tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini, bila Arab Saudi melarang pesawat Indonesia. Saya kira pemerintah dan rakyat juga harus mendukung," kata Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendratta yang juga pemerhati masalah haji ini, kepada detikcom, Selasa (17/7/2007). Di mata Mahendradatta, Menag sudah beberapa kali melawan kesewenang-wenangan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji. Antara lain mengenai pemondokan. "Selama ini Indonesia selalu dikadali masalah pemondokan. Jamaah haji kita selalu ditempatkan di tempat yang jauh dengan harga yang lebih mahal," kata dia. Di kawasan Arafah Mina (Armina), jamaah haji Indonesia juga ditempatkan di tempat yang jauh dari jamarat. Dengan adanya wacana boikot haji ini, menurut Mahendra, bukan berarti Menag yang menghambat jamaah Indonesia untuk berangkat ke Tanah Suci. "Tapi, kita harus melihat bahwa yang menghambat ini adalah pemerintah Arab Saudi," ujar dia. Seharusnya, sebagai pelayan dua kota suci (Haramain), Pemerintah Arab Saudi tidak perlu melakukan hambatan-hambatan, seperti membatasai penerbangan ini. "Arab Saudi harus diberi pencerahan. Mereka memproklamirkan sebagai khadimatul haramain, tapi kok membuat hambatan-hambatan. Seharusnya, malah memperlancar jamaah-jamaah haji ke tanah suci," jelas dia. Mahendra menyangsikan Arab Saudi mampu menangani sendiri angkutan jamaah haji Indonesia, bila pesawat Indonesia dilarang memasuki Arab. "Seharusnya, Arab Saudi berterima kasih, karena masing-masing negara sanggup mengangkut jamaah-jamaah hajinya ke Arab Saudi," tegas pria yang sering disapa koleganya 'ustad' ini. Karena itu, wacana pemboikotan pengiriman jamaah haji tahun ini harus dibawa ke Organisasi Konferensi Islam (OKI). Diplomasi seperti ini sudah menjadi tugas Departemen Luar Negeri (Deplu). Sebenarnya, tidak hanya Indonesia saja yang mengeluhkan kesewenang-wenangan Arab Saudi, tapi juga negara-negara lain, seperti Irak dan Iran. "Saya kira Arab Saudi harus berpikir ulang untuk melarang pesawat kita ke Arab Saudi, yang berarti ini menghambat jamaah haji datang ke Tanah Suci. Bila tidak, citra Arab Saudi sebagai pelayan dua kota suci akan hancur," tambah mantan politisi Partai Bintang Reformasi ini. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads