Garuda Tidak Panik Policy Arab
Selasa, 17 Jul 2007 14:40 WIB
Jakarta - Garuda Indonesia menanggapi kebijakan penerbangan otoritas Arab Saudi dengan adem ayem. Sebab Arab Saudi hanya meminta klarifikasi tentang keselamatan penerbangan, bukan melarang maskapai terbang ke negerinya."Itu terlalu didramatisir, kita tidak panik. Arab Saudi hanya mempertanyakan kepada otoritas Indonesia tentang keselamatan penerbangan," kata Direktur Operasi PT Garuda Indonesia Ari Sapari kepada detikcom, Selasa (17/7/2007).Ari menyatakan, Garuda siap diaudit tentang standar keselamatan. "Selama ini tidak ada masalah dan semua normal. Garuda terbang ke Arab, Jedah, dan Riyadh. Jadi sejauh ada korelasi dan baik untuk kedirgantaraan, kita dukung," ujarnya.Dihubungi terpisah, Kapuskom Publik Departemen Perhubungan Bambang S Ervan meluruskan, tidak ada pelarangan terbang maskapai Indonesia dari Arab Saudi."Belum larangan, hanya sebatas surat otoritas penerbangan sipil Arab meminta klarifikasi kepada RI terkait dikeluarkan larangan terbang Uni Eropa," kata Bambang kepada detikcom.Bambang menyatakan, Dephub masih menunggu surat balasan dari General Authority of Civil Aviation (GACA) agar mengirimkan tenaga ahlinya untuk menilai kondisi penerbangan di Indonesia."Kita terus melakukan kontak," ujarnya.
(aan/nrl)











































