Ratusan Pukat Harimau Berkeliaran di Muara Angke

Ratusan Pukat Harimau Berkeliaran di Muara Angke

- detikNews
Selasa, 17 Jul 2007 12:10 WIB
Jakarta - Jika dilihat secara fisik, kapal pukat harimau tidak ubahnya kapal nelayan biasa. Ukurannya pun sama dan terbuat dari kayu dengan motor tempel ukuran besar. Ratusan kapal ini berkeliaran di Muara Angke, Jakarta Utara. "Yang membedakan, di tengahnya ada tiang tinggi. Biasanya warnanya merah. Ada tali katrol untuk menebar jala harimau," jelas Suharyono (36), neayan Muara angke asal Brebes kepada detikcom Selasa (17/5/2007).Menurut dia, di Muara Angke jumlah kapal pukat harimau atau yang biasa dikenal sebagai kapal trol berjejeran di dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke. Jumlahnya mencapai 300 kapal trol. Kapal dengan jaring ilegal itu mudah ditemui siang hari, saat kapal tersebut merapat untuk mengisi perbekalan melaut sore harinya."Dengar-dengar itu kan dilarang. Nggak boleh karena merusak laut. Nangkap ikan hingga ke telur-telurnya," tambah Suharyono.Namun, nelayan Muara Angke tidak dapat berbuat banyak atas kehadiran kapal trol. Terpaksa, antara kapal nelayan biasa harus bersaing dengan kapal trol yang hasilnya jelas jauh berbeda. "Nelayan seperti kami, hasilnya jadi susut. Diambil kapal trol semua. Menurun hingga separuh lebih," keluh Suharyono.Kondisi ini diakui oleh pihak Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Bahkan pihaknya tidak mengelak ada main mata antara oknum petugas dengan nelayan pengguna kapal trol sehingga pukat harimau bebas melenggang di laut Jakarta."Kita nggak menutup mata ada permainan antara nelayan dan petugas. Bolak-balik mau razia, selalu tidak ada. Kemungkinan sudah ada yang mbocorin," kata Kepala Pusat Data dan Informasi DKP, Saut Hutagalung ketika dihubungi detikcom, Selasa (17/7/2007). (Ari/asy)


Berita Terkait