Konflik PKB Terkait Transisi Generasi Tua ke Muda

Konflik PKB Terkait Transisi Generasi Tua ke Muda

- detikNews
Selasa, 17 Jul 2007 10:25 WIB
Jakarta - Memanasnya situasi politik di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dianggap bukan tanda-tanda kematian partai itu. Masa peralihan dari generasi tua ke muda diduga sebagai pemicunya."Ini lebih masalah transisi saja, sebetulnya PKB kan punya platform yang bagus, pluralis. Tapi secara tradisional partai ini masih bergantung pada pemimpin kharismatik, dan ketegangan ini terkait perubahan nilai-nilai baru dan lama," tutur pengamat politik dan kebijakan publik Prof Adrinov Chaniago kepada detikcom, Selasa (17/7/2007).Menurut Adrinov, orang hanya kaget dan heran dengan sikap Ketum PKB Muhaimin Iskandar yang notabene putra mahkota yang disiapkan Gus Dur yang lebih berani saat ini.Seharusnya, imbuh dia, orang melihat Muhaimin sebagai generasi baru yang ingin membawa PKB sesuai zamannya untuk masa depan PKB sendiri."Ini hanya tuntutan sejarah, saya tidak melihat sebagai kepentingan kelompok atau elit, tapi hanya perbedaan antara generasi saja, proses transisi," tegas Adrinov.Namun yang harus diingat, imbuh dia, sebuah kultur yang sudah mendarah daging tidak akan bisa diberantas habis. Setiap masyarakat memiliki budaya yang tumbuh dengan sejarahnya.Kalau pun akan diubah harus dengan cara yang gradual. Sejauh konflik tidak terlalu meruncing, Adrinov menganggap masalah di PKB sebagai hal biasa saja. "Ada ketegangan yang wajar, saya melihat generasi muda sambil menunggu giliran sedang memberikan toleransi dengan generasi tua yang sudah habis masanya untuk diganti yang secara psikologis ingin bertahan," katanya.Harusnya generasi tua di PKB mengalah jika ingin dikatakan sebagai kaum demokrat yang konsisten. "Tetapi karena ada kultur ya susah," cetusnya.Soal pembisik-pembisik di sekitar Gus Dur yang dianggap memperuncing konflik PKB, Adrinov menegaskan di mana pun kaum oportunis selalu ada."Kalau (Muhaimin) ingin membangun visinya, ya jangan terlalu takut, yang penting konsisten membawa PKB ke partai yang lebih modern," ujarnya.Muhaimin bisa berkolaborasi dengan Yenny Wahid yang juga generasi muda di PKB. "Yenny kan belum tentu akan sepenuhnya sejalan dengan bapaknya. Sekarang ini posisinya lebih pada ikatan emosional, dia dibebani posisi sebagai anak, hubungan biologis kan tidak bisa dipisahkan, tapi suatu saat dia akan berubah," ujarnya.Adrinov berharap ke depan tidak terjadi konflik yang tajam antara Yenny dan Muhaimin. Kedua pihak harus bisa mengelola konflik agar tidak mengganggu PKB di masa depan. (umi/nrl)


Berita Terkait