Republika & Media Jadi Korban din_syamsuddin@yahoo.com
Selasa, 17 Jul 2007 08:07 WIB
Jakarta - din_syamsuddin@yahoo.com berhasil mengelabui dua media nasional, Republika dan Media Indonesia. Pencatut nama Din Syamsuddin ini mengirimkan artikel kepada kedua media massa itu. Tanpa konfirmasi kepada Din, dua media massa memuat artikel tersebut. Republika memuat artikel dari din_syamsuddin@yahoo.com itu pada hari Jumat (6/7/2007). Artikel itu bertemakan korupsi dan suksesi kepemimpinan nasional. Di artikel yang dimuat Republika, dicantumkan penulis Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah. Menurut Din, dirinya mengetahui ada artikel di Republika tersebut setelah diberitahu oleh temannya. "Hari itu, saya sedang di daerah. Malamnya saya pulang ke Jakarta dan membaca artikel itu. Saya terkejut karena tidak pernah menulis artikel itu," aku Din. Lantas, Din menghubungi Pemimpin Redaksi Republika Ikhwanul Kiram mempertanyakan artikel yang mengatasnamakan dirinya. Pihak Republika, kata Din, juga terkejut setelah mendengar bahwa penulis artikel itu bukanlah Din Syamsuddin. Bisa jadi Republika meyakini begitu saja artikel itu ditulis Din, karena beberapa hari sebelumnya Din mengomandani ormas-ormas Islam mendeklarasikan jihad terhadap pemberantasan korupsi BLBI. Republika lantas membuat surat klarifikasi pada Senin (9/7/2007) yang berisikan pemberitahuan bahwa artikel yang dimuat 6 Juli itu bukanlah ditulis Din Syamsuddin dan menganggap artikel itu tidak ada. Republika juga memuat permohonan maaf terhadap Din. Beberapa hari kemudian, din@syamsuddin@yahoo.com itu mengirimkan artikel kembali kepada redaksi Republika dengan judul 'Agama, Negara, dan Terorisme.' Tidak ingin terperosok ke dalam jurang yang sama, pihak Republika mengklarifikasi terlebih dulu kepada Din. Din membantah mengirimkan artikel itu, sehingga Republika tidak memuatnya. Sebenarnya, kata Din, artikel yang telah dimuat Republika itu datar-datar saja, meski bahasanya agak tidak terstruktur. "Namun, di akhir artikel itu, ada pembelokan opini mengenai suksesi kepemimpinan nasional. Hal inilah yang bisa berdampak pada rusaknya hubungan saya dengan para tokoh-tokoh nasional itu," jelas Din. Selain Republika, Media Indonesia juga menjadi korban din_syamsuddin@yahoo.com. Artikel yang dimuat pada Senin (16/7/2007) kemarin bertemakan mengenai peran ulama dalam pemberantasan korupsi. Di artikel ini juga dicantumkan 'penulis Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah.' Media Indonesia juga tidak melakukan konfirmasi terlebih dulu kepada Din. "Kemarin saya telah menelepon pemimpin redaksi Media Indonesia dan mengklarifikasi hal ini. Media Indonesia berjanji akan mengklarifikasi masalah ini di terbitan hari ini," ujar Din. Din menegaskan e-mail yang dimilikinya adalah dinsyamsuddin@gmail.com. Selain itu, selama dirinya menjabat Ketua Umum PP Muhammadiyah Din juga belum pernah mengirimkan pendapat-pendapat melalui artikel ke media-media massa.
(asy/asy)











































