Sebagian Pelabuhan Strategis Jadi Pelabuhan Internasional
Senin, 16 Jul 2007 23:05 WIB
Jakarta -
Dephub berencana akan menjadikan pelabuhan strategis menjadi pelabuhan internasional. Namun tidak semua dari 25 pelabuhan strategis dikonversi menjadi pelabuhan internasional."Ada sebagian yang masuk tapi mungkin juga sebagiannya tidak. Sebab pelabuhan-pelabuhan terbuka tersebut akan diarahkan ke serambi-serambi wilayah Indonesia," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan (Dephub) Harijogi di sela-sela rapat kerja (raker) dengan Komisi V DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2007).Yang dimaksud dengan serambi wilayah tersebut, lanjut Harijogi, adalah wilayah-wilayah yang letaknya dinilai lebih dekat dengan negara atau kawasan yang menjadi tujuan ekspor. "Idealnya, pelabuhan-pelabuhan induk itu berada di ujung-ujung wilayah kita supaya lebih dekat dengan tujuan perdagangan," jelasnyaSebagian dari pelabuhan strategis itu berada di serambi wilayah Indonesia. Sedangkan yang lainnya, walau secara faktual dan secara teknis memenuhi syarat menjadi pelabuhan terbuka, posisinya tidak berada di serambi wilayah.Berdasarkan data dari Dephub, 25 pelabuhan strategis tersebut dikelola oleh PT Pelindo I-IV dan otorita Batam. PT Pelindo I mengelola Pelabuhan Belawan, Dumai, Lhokseumawe, Pekanbaru dan Tanjung Pinang.PT Pelindo II mengelola Pelabuhan Banten, Palembang, Panjang, Pontianak, Tanjung Priok, dan Teluk Bayur. PT Pelindo III mengelola Pelabuhan Banjarmasin, Benoa, Tenau, Tanjung Emas dan Tanjung Perak.PT Pelindo IV mengelola Pelabuhan Ambon, Balikpapan, Biak, Bitung, Jayapura, Makassar, Samarinda dan Sorong. Sedangkan Pelabuhan Batam dikelola oleh Otorita Batam.
(nwk/aba)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































