Arab Saudi Hanya Ingin Caplok Angkutan Haji Indonesia

Arab Saudi Hanya Ingin Caplok Angkutan Haji Indonesia

- detikNews
Senin, 16 Jul 2007 20:00 WIB
Jakarta - Pemerintah Arab Saudi berencana melarang maskapai Indonesia masuk ke negerinya. Arab Saudi beralasan mengikuti rekomendasi Uni Eropa (UE). Namun keinginan Arab Saudi melarang maskapai Indonesia ini dinilai mengada-ada. Arab Saudi melakukan ini hanya untuk mencaplok angkutan haji Indonesia. Pernyataan pedas ini disampaikan Ketua Kaukus Penerbangan DPR RI, Alvin Lie, saat dihubungi detikcom, Senin (16/7/2007). "Kalau saya melihat, Uni Eropa memang melarang karena didasari masalah keamanan, tapi kalau Arab Saudi, saya kira ini kepentingan bisnis. Arab Saudi ingin mencaplok angkutan haji Indonesia," ujar Alvin. Alvin sudah melihat upaya Arab Saudi untuk mencaplok angkutan haji Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. "Jadi, saya lihat Arab Saudi hanya mendompleng Uni Eropa. Arab Saudi hanya penumpang gelap," ujar dia. Bila memang nanti Arab Saudi berani melarang pesawat Indonesia, menurut Alvin, seharusnya pemerintah Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama. "Kalau pesawat kita dilarang, kita juga bisa menghentikan penerbangan Saudia ke Indonesia," tutur anggota DPR yang selalu memerhatikan masalah penerbangan ini. Indonesia bisa saja menyewa pesawat-pesawat dari luar untuk menjadi angkutan haji sebagai penggantinya. "Kalau Arab Saudi melarang pesawat kita, ya kita jangan mau menggunakan pesawat Saudia. Kalau dia nonjok, ya kita tonjok juga," ujar Alvin geram. Terlepas dari itu, menurut Alvin, masalah ini merupakan sinyal jelas bahwa pemerintah perlu melakukan pembenahan dalam pengelolaan penerbangan. "Bila peningkatan keselamatan kita benahi, nanti tidak ada pihak-pihak yang mendompleng seperti Arab Saudi ini," ujar dia. Departemen Perhubungan (Dephub) telah menerima surat dari Kerajaan Arab Saudi hari ini. Surat itu ditandatangani Vice President Safety and Economic Regulation dari General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi, Mohammed R Berenji. Dalam suratnya, Arab Saudi menginformasikan akan mengikuti rekomendasi Uni Eropa yang melarang pesawat Indonesia. (asy/aba)



Berita Terkait