SBY ke Korea Selatan 24 Juli
Senin, 16 Jul 2007 17:21 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan mengadakan kunjungan kenegaraan Korea Selatan pada 24-25 Juli 2007. Ini jadwal baru setelah sempat tertunda akibat memanasnya krisis nuklir Korea Utara tahun lalu. Kunjungan kedua Presiden SBY ke negeri ginseng ini sekaligus membalas kunjungan Presiden Roh Moo-Hyun ke Jakarta pada Desember 2006. Ketika itu dua Kepala Negara menandatangani Deklarasi Bersama mengenai Strategic Partnership. Penambahan bobot perjanjian di atas yang akan jadi agenda dalam pertemuan di Seoul nanti. Tujuannya adalah mempercepat implementasi di lapangan yang sudah mulai dirintis melalui pembentukan kelompok kerja bidang energi, sumber daya alam, infrastruktur, industri pertahanan, teknologi informasi, investasi dan perdagangan. "Ini juga mencerminkan bahwa Strategic Partnership bukan hanya di mulut, tapi juga di hati dan dijelmakan di lapangan," kata Jurubicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal, lewat surat elektronik. Neraca perdagangan dengan Korsel tahun lalu, menunjukkan Indonesia mengalamisurplus sebesar USD 4,818 milyar. Nilai ekspor Indonesia mencapai USD 7,694 miliar, sementara nilai impor Korea Selatan sebesar USD 2,876 miliar. Sementara nilai investasi Korsel di Tanah Air totalnya mencapai USD 4,77 miliar.
(lh/nrl)











































