Tandingi PDIP-Golkar, 8 Parpol Makin Solid
Senin, 16 Jul 2007 16:55 WIB
Jakarta - Delapan partai politik semakin solid membendung langkah kemesraan Golkar dan PDIP. Mereka semakin erat dalam melakukan komunikasi. Pertemuan di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (16/7/2007) merupakan pertemuan puncak setelah sejumlah pertemuan sebelumnya. Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir mengatakan bahwa pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi pertemuan PDIP-Golkar di Medan. "Ini merupakan hasil dari tindak lanjut dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, menyikapi koalisi PDIP-Golkar meskipun dibantah oleh pengurus PDIP-Golkar. Namun ada pandangan dari partai-partai lain dalam membahas tentang RUU Parpol," kata Soetrisno seusai pertemuan. Delapan parpol perlu merapatkan barisan agar proses demokrasi dan reformasi bisa dikawal terus agar tidak kembali ke masa lalu yang otoriter. "Jangan sampai juga menghabisi partai-partai lain," tegas Soetrisno. Sementara Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan puncak dari pertemuan sebelumnya, yaitu dengan tidak membandingkan masalah-masalah nasionalisme dengan agama. "Saat ini kita melihat demokrasi hanya bicara bersama, tidak kerja bersama ke depan, akan kita arahkan untuk lebih kerja bersama, tidak hanya banyak bicaranya," ujar Surya.Sedangkan Ketua Umum PBB MS Kaban mengaku tidak setuju bila pertemuan 8 parpol di Hotel Mulia ini disebut sebagai tandingan pertemuan PDIP-Golkar di Medan beberapa waktu yang lalu. "Saya tidak setuju pertemuan ini merupakan tandingan dari PDIP-Golkar. Tapi kita saling menghormati sekecil apa pun perbedaan harus kita hormati," kata Kaban. Delapan parpol yang terlibat dalam pertemuan ini adalah PAN, PKB, PBB, PDS, PD, PBB, PBR, dan PPP. Pertemuan ini dihadiri sejumlah ketua umum parpol, sekjen parpol, dan pimpinan fraksi DPR.
(ziz/asy)











































