Pengurus Besar (PB) Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) menggelar Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan ini digelar dalam rangka rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia.
Pada kesempatan ini, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, turut hadir dan mengapresiasi seluruh peserta yang berpartisipasi dalam acara tersebut.
"Kita telah bersama-sama melaksanakan zikir kebangsaan yang dipimpin oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya di Masjid Istiqlal ini, bersama seluruh jamaah, para ulama, para habib, para kiai dan juga masyarakat dalam rangka mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80," ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Senin (11/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli menyampaikan acara Zikir Kebangsaan menjadi bukti perbedaan elemen masyarakat bukan menjadi pemecah belah bangsa Indonesia. Namun, kegiatan ini menjadi faktor pemersatu yang dapat memperkuat identitas negara.
"Keragaman bukan menjadi faktor yang memecah belah, tapi justru mempersatukan. Dan saya kira ini harus kita syukuri. Pesan-pesan persatuan ini yang harus terus dikembangkan, meskipun kita berbeda-beda, tetapi tetap satu atau Bhineka Tunggal Ika," imbuh Fadli.
Dalam sambutannya, Fadli juga mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri keberadaan negara Indonesia yang telah menginjak usia 80 tahun.
Fadli menegaskan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan bangsa Indonesia adalah menjaga toleransi antar umat beragama.
"Pesan-pesan yang disampaikan tadi adalah pesan-pesan persatuan, rasa syukur bahwa Indonesia sampai sekarang, dengan berbagai macam perbedaan, tetap bersatu dalam sebuah identitas NKRI," katanya.
Fadli berharap dalam peringatan hari ulang tahun ke-80, Indonesia dapat menjadi negara yang maju dalam aspek ekonomi hingga kebudayaan.
"Harapannya untuk Indonesia menjadi negara yang maju, menuju generasi Emas 2045. Inilah yang kita harapkan bersama," ucap Fadli.
Sementara itu Ketua Umum Jatma Aswaja, Maulana Habib Luthfi bin Yahya mengatakan acara ini merupakan bentuk nyata kesadaran masyarakat Indonesia terhadap toleransi antar umat beragama. Menurutnya, toleransi dapat mengokohkan kedaulatan bangsa Indonesia.
"Semoga kita terjaga dari omongan-omongan yang akan mengadu domba antar umat dan tidak ada perpecahan-perpecahan yang menggoyahkan NKRI," tutupnya.
Sebagai informasi, mengusung tema "Mengokohkan Cinta Tanah Air dan Perdamaian Dunia", acara ini dihelat untuk mempererat persaudaraan antar elemen umat Islam. Acara ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa bersama demi kesatuan keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Selain zikir dan doa bersama, acara juga diisi dengan ikrar bela negara yang dibacakan oleh perwakilan tokoh-tokoh lintas agama. Ikrar tersebut menjadi tonggak penting yang menunjukkan semangat persatuan bangsa dan rasa cinta tanah air.
Adapun ikrar dibacakan oleh tokoh antar umat beragama, di antaranya perwakilan Islam, Ketua Umum Jatma Aswaja, Maulana Habib Luthfi bin Yahya; perwakilan Kristen, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty; perwakilan Katolik, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (HAK KWI) Aloysius Budi Purnomo.
Kemudian, perwakilan Hindu, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wisnu Bawa Tenaya; perwakilan Buddha, Ketua Umum Permabudhi Pusat, Philips Kuncoro Wijaya; serta perwakilan Konghucu, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Budi Santoso Tanuwibowo.
Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara turut dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, yaitu Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid; Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Abdul Kadir Karding; Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Selain itu, turut hadir tamu undangan dari luar negeri, yakni Menteri Wakaf Mesir, Usamah Sayyid Al-Azhari; Menteri Besar Selangor, Datuk Seri Amirudin bin Shari serta Mufti Brazil, Syaikh Muhammad Al-Maghribi.
Tonton juga Video: Spot-spot Ikonik di Museum Perumusan Naskah Proklamasi