Penderita Alergi Meningkat, Penyembuhnya Loyo
Senin, 16 Jul 2007 13:33 WIB
Nottingham -
Penderita alergi tampaknya kurang beruntung untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Jumlah penderita meningkat, dokter spesialisnya? Minim!Di Inggris, dalam 4 tahun terakhir, penderita alergi meningkat hingga seperempatnya, alias 25 persen. Dan pemerintah Inggris menganggap perlu ada penanganan segera untuk mencegah wabah besar-besaran alergi yang bisa berakibat fatal.Data yang dimiliki Departemen Kesehatan kerajaan Ratu Elizabeth tersebut, sejak tahun 2005, tercatat 12,2 juta orang menderita penyakit yang bisa dihubungkan dengan alergi seperti asma, eksema, radang selaput hidung, alergi kacang atau anaphylaxis, dan reaksi alergi lainnya.Penderita alergi tercatat kebanyakan berasal dari keluarga berada. Bayi yang tumbuh di lingkungan serba enak itu diperkirakan malah memberi konsekuensi yang tidak baik pada kesehatan mereka di masa mendatang. Demikian seperti diberitakan timesonline.co.uk, Senin (16/7/2007).Berdasarkan riset yang dilakukan Universitas Nottingham, penderita alergi banyak yang menderita asma dan eskema, tercatat sekitar 5,8 juta pasien masing-masing. Namun yang jumlah penderitanya meningkat drastis hingga dua kali lipat dalam 5 tahun terakhir adalah alergi kacang.Nah, jumlah penderita yang terus bertambah membuat Depkes Inggris kalang kabut. Sebab, dokter spesialis alergi di Inggris sangat minim. Tercatat hanya ada 6 allergic center di negerinya PM Gordon Brown tersebut."Ini wabah besar-besaran. Kekurangan tenaga ahli ini mengejutkan. Dokter umum tidak mengetahui menyeluruh tentang alergi, namun hanya mengenai alergi makanan. Itu sebabnya mereka kurang terlatih," kata Pam Ewan, konsultan alergi dari Rumah Sakit Addenbrookes di Cambridge, Inggris.Salah satu cara untuk menambah jumlah spesialis alergi ini, diharapkan dokter umum meningkatkan pengetahuan mereka dengan belajar dan lebih berminat lagi mendalami penyakit alergi.
(ana/sss)










































