Aliansi Pemuda Maluku Desak Pemerintah Buru Separatis RMS

Aliansi Pemuda Maluku Desak Pemerintah Buru Separatis RMS

- detikNews
Senin, 16 Jul 2007 02:26 WIB
Jakarta - Insiden pembentangan bendera RMS di hadapan Presiden SBY dalam acara Harganas masih terus mendapat kecaman. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Maluku-Jakarta mendesak penegak hukum untuk memburu separatis RMS."Pengibaran bendera RMS sebagai simbol perlawanan. Bagi kami telah mencoreng eksistensi budaya kultural masyarakat Maluku," kata Ketua Umum Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Muslim Maluku-Jakarta Abdul Rasyd Kotalima dalam rilisnya kepada detikcom, Senin (16/7/2007). Rasyd, menegaskan pemuda Maluku mengecam dan mengutuk tindakan pengibaran bendera itu. Dirinya juga meminta aparat keamanan untuk menangkap anggota RMS dan memprosesnya secara hukum.Rasyd juga mengingatkan kepada masyarakat Maluku untuk tidak terpancing dengaan berbagai isu yang menyesatkan. "NKRI sudah final dan merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar," cetusnya. Insiden pengibaran itu bendera RMS itu terjadi pada 29 Juni 2007 pada acara Hari Keluarga Nasional ke XIV di Kota Ambon yang dihadiri Presiden Yudhoyono. Sebelumnya, Puncak acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XIV di Kota Ambon yang dipusatkan lapangan Merdeka, Jumat kemarin, tercoreng oleh aksi puluhan pemuda yang mengibarkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS)di depan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Aksi yang dilakukan 20-an separatis RMS ini saat mereka menarikan tarian cakalele di acara pembukaan Harganas. Mereka berhasil lolos masuk dan menari dihadapan SBY dan rombongan. Padahal mereka tidak tercatat mengisi acara pembukaan Harganas. (nal/bal)



Berita Terkait