Mantan PM Shimon Peres Dilantik Jadi Presiden Israel
Minggu, 15 Jul 2007 23:00 WIB
Tel Aviv - Minggu 15 Juli 2007 akan menjadi hari yang bersejarah bagi mantan Perdana Menteri Israel Shimon Peres. Politisi kawakan itu dilantik menjadi Presiden Israel menggantikan Moshe Katsav.Peres yang akan berusia 84 tahun tiga pekan mendatang akan menduduki jabatan tertinggi dari sejumlah jabatan yang pernah dicapainya setelah dipilih oleh mayoritas anggota Knesset (pelemen Israel) 13 Juni lalu. 50 Tahun malang melintang di dunia politik Israel, Peres yang pernah meraih Nobel perdamaian 1994 itu telah menduduki berbagai jabatan penting. Antara lain Perdana Menteri Israel (1984-1986 dan 1995-1996), Menteri Luar Negeri Israel (2001-2002), dan Wakil Perdana Menteri dalam koalisi di bawah kepemimpinan Ariel Sharon pada awal tahun 2005.Peres terpilih, setelah mantan Presiden Moshe Katsav setuju mengundurkan diri karena terlibat beberapa tuduhan pelecehan seksual. Pengunduran diri Katsav agar kasusnya tidak dilanjutkan ke proses hukum."Shimon Peres salah satu tokoh penting di Israel dalam 60 tahun terakhir. Dia sosok yang dikenal dan dapat diterima oleh semua pihak. Yang jelas dia merupakan sosok yang bisa mewakili Israel," kata PM Israel Ehud Olmert seperti dilansir AFP.Harapan besar masyarakat dan tokoh politik Israel kini berada di pundak Peres. Dia dituntut mengembalikan citra lembaga kepresidenan setelah dua pendahulunya mundur karena tersangkut kasus. Sebelum Katsav, Presiden Israel Ezer Weizman juga mundur pada tahun 2000 silam setelah ketahuan menerima US$ 450 ribu dari pengusaha Prancis selama menjabat sebagai presiden dan perdana menteri.Melalui juru bicaranya, Paus Benediktus XVI bahkan ikut menyampaikan komentarnya atas pelantikan Peres. "Banyak orang di seluruh dunia berharap Anda dapat menekan pemerintah Israel dan berbagai pihak lainnya untuk menciptakan perdamaian," pesan Paus.Sebenarnya, pada Juli 2000, ketika pemilu presiden digelar, banyak warga Israel yang berharap Shimon Peres menang. Namun kekalahan Partai Buruh yang dipimpinnya dari Partai garis keras Likud mengandaskan langkahnya ke kursi kepresidenan.Meski karirnya di dunia politik Israel cukup cemerlang, selama memimpin Partai Buruh, Peres selalu gagal memenangkan partainya dalam pemilu legislatif di tahun 1977, 1981, 1984, 1988, 1996 dan 2005. Setelah kalah pada 2005, Peres kemudian bergabung dengan Partai Kadima bentukan mantan PM Israel yang terkena stroke Ariel Sharon.Peres mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk mempromosikan perdamaian antara Israel dan Palestina. Salah satunya melalui lembaga Peres Centre for Peace.Dilahirkan di wilayah Polandia yang kini menjadi Belarusia pada tahun 1923, Peres menjadi imigran di Palestina ketika berumur 11 tahun. Kakek 6 cucu itu menguasai bahasa Inggris, Prancis, dan Hebrew.
(bal/bal)











































