Selalu Dimarahi Majikan, Ani Lompat dari Lantai 3 Ruko di Jakpus
Minggu, 15 Jul 2007 18:53 WIB
Jakarta -
Ani (18), asal Purbalingga, Jawa Tengah, nekat melompat dari lantai 3 sebuah ruko di kawasan Kebon Pala, Jakarta Pusat. Dia melakukan hal ini, karena tidak kuat atas perlakuan majikannya. Ani pingsan seharian dan mengalami patah tungkai kaki sebelah kiri. Hingga pukul 18.30 WIB, Minggu (15/7/2007), Ani masih ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Saat ditemui detikcom, Ani baru saja siuman dari pingsan panjangnya. Dia mengenakan kaos putih dan bercelana jeans. Ani nekat melompat dari lantai 3 ruko majikannya di Jl. Sukarjo Wiryo Pranoto RT 01/4 Kebon Pala, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/7/2007) sore. Setelah jatuh, Ani langsung pingsan. Ani baru siuman sehari sesudahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Ani bercerita dirinya nekat melompat dari lantai 3, karena tidak kuat dengan perlakuan majikannya, Imam, yang selalu memarahinya. Bagi Ani, tiada hari tanpa kemarahan sang majikan. Ani juga mengaku pernah mendapat perlakuan kekerasan. "Saya pingin keluar sebenarnya. Tapi saat saya meminta keluar, majikan saya mengharuskan saya mengganti uang Rp 500 ribu sebagai ganti rugi. Tapi, saya tidak punya uang," kata Ani yang hidup di Jakarta sebatang kara. Dia mengaku tidak memiliki saudara di Jakarta. Saat di RSCM, Ani hanya ditunggui oleh salah seorang warga Kebon Pala. Informasi yang diterima detikcom, setelah lompat dari lantai 3, Ani ditemukan oleh Bambang, seorang warga yang kebetulan melewati ruko tersebut. Lantas, Bambang melaporkan penemuan ini ke Ruyadin, sekuriti di kompleks ruko yang berada di tengah pemukiman ini. Saat ditemukan, Ani sudah pingsan. Lantas pihak sekuriti melarikan korban ke RS Husada, Jakarta Barat. Namun, karena masih terus pingsan, akhirnya Ani dilarikan ke RSCM. Dari observasi dokter, Ani mengalami patah tulang di bagian tungkai kaki kiri. Ani harus menjalani operasi. Namun, Ani menolak operasi. "Saya gak mau dioperasi. Saya tidak punya uang," ungkap dia lirih. Dengan patah tungkai yang dialaminya, Ani jelas kesulitan berjalan. Saat berjalan menuju toilet, Ani tampak berusaha berjalan dengan satu kaki.Kejadian ini telah mengakibatkan warga di sekitar ruko marah terhadap majikan Ani. Bahkan, sejumlah warga sempat berencana membakar ruko tersebut. Namun, rencana ini bisa dicegah. Kapolsek Gambir Kompol Apollo Sinambela membenarkan kejadian ini. Pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk majikan Ani. "Tapi kami belum menetapkan tersangka," kata Kapolsek.
(asy/bal)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































