Anak Jalanan Minta Stop Mutilasi
Minggu, 15 Jul 2007 10:18 WIB
Jakarta - Seringnya anak-anak dijadikan objek sodomi dan mutilasi memicu 500 anak jalanan menggelar aksi. Dalam aksinya, bocah yang rata-rata berusia 10 tahun itu meminta modus kekerasan mutilasi distop."Anak-anak jalanan di Jabotabek hanya sekian persen dari anak-anak yang termarjinalisasi di negeri ini," kata koordinator aksi Ates di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (15/7/2007).Bocah-bocah itu pun tidak ragu untuk berorasi di depan kawan-kawannya. Dengan percaya diri mereka meminta mengkritisi pembangunan yang berdampak pada kemiskinan, meminta hak pendidikan sejak SD sampai perguruan tinggi, serta perlindungan anak.Selain itu mereka juga menggelar poster berukuran super 4x6 meter bergambar kartun anak-anak yang sedang bernyanyi sambil membawa bendera. "Anak-anak keluaga miskin adalah tanggungan negara, anak pinggiran bukan tikus got," demikian tulisan yang terdapat di poster itu.Rencananya rombongan akan segera berangkat ke Bunderan HI untuk meneruskan aksinya hingga tengah hari. Dengan membawa peralatan pengamen seperti gitar, kicrikan, dan ukulele mereka juga berencana ke Gedung DPR.
(gah/gah)











































