Keluarga Korban Doa Ibu vs Elf Bingung Ongkos Pengobatan

Keluarga Korban Doa Ibu vs Elf Bingung Ongkos Pengobatan

- detikNews
Sabtu, 14 Jul 2007 14:03 WIB
Bandung - Keluarga korban luka akibat tabrakan bus Doa Ibu melawan Suzuki Elf mengaku kebingungan membayar ongkos perawatan di rumah sakit. Hingga kini keluarga belum mendapat informasi apakah PT Jasa Raharja akan memberi santunan."Saya bingung, nggak tahu bayar dari mana," curhat Tatang (21) di RS Hasan Sadikin, Bandung, Sabtu (14/7/2007). Tatang adalah anak pertama pasangan Maesaroh dan Dede. Kedua orangtuanya dirawat di rumah sakit tersebut karena menderita luka parah. Dede hingga kini bahkan belum sadar. Tiga adik Tatang tewas dalam tabrakan maut itu."Saya ke sini juga nggak bawa uang sama sekali. Baju juga nggak bawa, cuma ini saja yang saya pakai karena ke sini buru-buru," kata sopir angkot ini.Berapa uang yang telah dia keluarkan untuk mengongkosi keluarganya, Tatang juga mengaku tidak tahu karena yang mengurus administrasi adalah pamannya. Namun dia berharap ada santunan asuransi untuk pengobatan kedua orangtuanya.Kebingungan yang sama disampaikan Herman (42), ayah Ahmad Syawal (14), korban luka. Mata penjual tahu keliling ini tampak kosong memikirkan ongkos perawatan."Saya bingung, katanya anak saya harus dirawat. Cuma saya bingung biayanya dari mana," ujar Herman.Dua anak Herman turut menjadi korban. Jika Ahmad Syawal menderita luka parah, adiknya, Ela, sudah diperbolehkan pulang karena menderita luka ringan.Herman mengaku sudah mengeluarkan ongkos Rp 150 ribu untuk sewa angkot guna mengangkut anak-anaknya yang terluka dari Puskesmas Nagrek ke RSHS di Bandung.Lho kok nyewa angkot segala?"Karena ambulans telat, jadi saya naik angkot. Ini juga minjem sana-sini," ujar pria yang pendapatan sehari-harinya berkisar Rp 20-25 ribu ini.Karena menunggu anaknya yang terluka, Herman tidak bisa bekerja. Padahal dialah motor keluarga. Apalagi pada Senin 16 Juli anaknya yang lain mesti bersekolah. (nrl/umi)


Berita Terkait