Tabrakan di Nagrek
3 Anak Dede & Maesaroh Tewas
Sabtu, 14 Jul 2007 12:21 WIB
Bandung - Agung...Agung...! Maesaroh terus memanggil nama putra bungsunya. Ibu sembilan anak itu belum mengetahui buah hatinya telah tiada. Sang suami, Dede, kritis dan belum siuman.Tabrakan maut bus Doa Ibu dan Elf di Nagrek menewaskan Santi (14) anak kelima, Wawan (10) anak ketujuh dan Agung (5 bulan) anak kesembilan. Sedangkan putra kedelapan Dede dan Maesaroh, Rizki (5), selamat."Ujang...mana Agung...mana Agung...," kata Maesaroh yang berlinangan air mata kepada putra pertamanya, Tatang, di ruang bedah UGD RS Hasan Sadikin, Jalan Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/7/2007)."Di diditu (di sana) Mah...," sahut Tatang seraya memenangkan sang ibu.Saat mendengar suara anak kecil menangis, Maesaroh tampak gelisah. "Agung...Agung....," panggil Maesaroh."Bukan Agung Mah...," kata Tatang.Kaki dan tangan kanan Maesaroh tampak digips. Sedangkan sang suami, Dede (40), belum sadarkan diri. Pria yang berprofesi sebagai penjual ayam ini mengalami luka parah di bagian kepala. Perban dan alat penyanggah leher masih membalut kepalanya."Bapak dan Mamah belum tahu adik-adik saya meninggal dunia. Saya juga baru tahu semalam pukul 23.00 WIB," kata Tatang.Menurut Tatang, Dede dan Maesaroh berserta 3 adiknya pergi ke Bandung pada Jumat 13 Juli."Saat berangkat, Bapak, Santi dan Wawan naik motor ke Bandung. Mamah dan Agung naik Elf. Tetapi saat pulang, motor kan mau diservis jadi ditinggal di rumah majikan Bapak. Mereka naik Elf pulang ke Tasikmalaya," kata Tatang dengan suara tercekat menahan tangis.Tatang mengaku tidak sempat melihat wajah 3 adiknya terakhir kalinya. "Waktu saya datang ke rumah sakit, adik-adik saya sudah dibawa pulang oleh tetangga saya H Agus," ujarnya.Pria yang berprofesi sebagai sopir angkot jurusan Ciawi-Panimbangan ini mengaku tidak mendapatkan firasat apa-apa."Biasanya saya tidak pernah pulang karena menginap di rumah majikan. Tetapi kemarin setelah narik, saya tiba-tiba ingin pulang. Saya sempat bertemu dengan Mamah," kata Tatang lirih.
(aan/ern)











































