Preman Tanjung Priok Babak Belur Dihajar Massa
Jumat, 13 Jul 2007 20:36 WIB
Jakarta - Kresta Andrean (28) sepertinya tidak memiliki jurus 'Langkah Seribu.' Pria yang dikenal sebagai preman ini tidak bisa berlari cepat untuk menghindari massa. Karena itu, saat tepergok melakukan tindak kejahatan, Kresta ditangkap warga dan digebuki. Kresta pun babak belur. Warga komplek PJKA RT 2/12 Tanjung Priok itu ketangkap basah menjambret sebuah telepon genggam milik Indrihadi Bayu (26) di terminal Tanjung Priok, Jumat (13/7/2007), Jl RE Martadinata, Jakarta Utara. Indrihadi merupakan penumpang mikrolet 15 A jurusan Kota-Tanjung Priok. Saat mikrolet yang ditumpangi mulai meninggalkan terminal, HP-nya berdering. Ia pun mengangkat telepon untuk menjawab. Namun ia hanya bicara sebentarkarena Kresta yang berada dalam satu mikrolet merebut paksa HP-nya. Kontan, pelaku diteriaki maling oleh korban. Massa yang tengah berada di terminal pun langsung mengepung Kresta.Dalam hitungan menit, Kresta menjadi bulan-bulanan massa. Ia berusaha kabur. Namun, karena massa lebih banyak dan larinya kalah cepat, Kresta pun gagal kabur. Akhirnya, ia pasrah saja saat orang-orang menggebuki Kresta."Saya terpaksa njambret. Nggak punya kerjaan, nggak punya uang. Baru kali ini, pak," ucap Kresta sambil meringis kesakitan di Mapolsek Tanjung Priok, Jl Gorontalo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/7/2007).Dari bibir dan matanya, darah mengucur deras. Sementara tubuhnya lebam akibat dipukuli massa.Kresta baru tertolong saat polisi dari pos polisi Tanjung Priok mengamankan dirinya dari amukan massa yang lebih besar. Ia dibawa ke mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya."Kami jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukuman 9 tahun, maksimal. Ya. Kami harap warga tak main hakim sendiri," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok Ipda James Hutajulu.
(Ari/asy)











































