Penambahan Dapil Jadi Bumerang Partai Gurem
Jumat, 13 Jul 2007 19:09 WIB
Jakarta - Masalah daerah pemilihan (dapil) dalam pemilu 2009 masih menjadi perdebatan. Usulan penambahan dapil dinilai hanya akan menguntungkan partai besar saja."Penambahan dapil bagi partai yang kuat dan berpengalaman sangat menguntungkan, dan sebaliknya bagi parta-partai kecil," kata Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi saat diskusi dengan wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2007).Padahal menurut Bursah, tujuan reformasi adalah untuk mencairkan hegemoni kekuasaan dari parpol tertentu."Kita tidak bisa diatur begitu saja oleh partai besar. Ini perlu disadari oleh mereka," kata dia.Meskipun belum mencukupi electoral treshold, Bursah menolak partainya disebut sebagai partai kecil. "PBR bukan partai kecil, tapi partai baru," kilah dia.Oleh karena itu, untuk memenuhi elecoral treshold, PBR bergabung dengan Partai Pelopor milik Rachmawati Soekarnoputri."Partainya nanti namanya tetap PBR. Kita berkoalisi karena mempunyai kesamaan visi kebangsan," ujar pria berkumis itu.Sementara anggota FPG yang juga menjadi Ketua Pansus RUU Paket Politik, Ferry Mursidan Baldan tidak sependapat dengan Bursah. Menurutnya, tidak ada untung ruginya dalam penambahan jumlah dapil."Kalkulasi untung rugi itu tidak akan menjawab apa-apa. Dengan semua sistem pun PDIP dan Golkar tetap diuntungkan," kata Ferry.Menurut Ferry, justru yang harus diperhatikan adalah jumlah kursi yang ada di masing-masing daerah."Jangan dapilnya yang dilihat. Tapi berapa jumlah kursi di tiap daerah," pungkasnya.
(anw/bal)











































