RI Diharap Dorong Penegakan HAM Regional
Jumat, 13 Jul 2007 17:03 WIB
Jakarta - Komisaris Tinggi HAM PBB, Louise Arbour, berharap RI dapat mengambil peran lebih menonjol dalam upaya perlindungan dan penegakan HAM di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik. "Kami berharap Indonesia dapat menjadi pelopor bidang HAM di ASEAN dan Asia Pasifik. Sebab Indonesia punya kapasitas untuk itu," ujar Arbour, Jumat (13/7/2007). Harapan di atas ia sampaikan usai pertemuannya dengan Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) siang ini di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta. Menurut pengamatannya, ada kemajuan pesat dalam upaya perbaikan penghormatan dan penegakan HAM di Tanah Air. Sebagai negara besar di kawasan regional, perkembangan demikian tentunya membawa pengaruh yang sangat kuat bagi negara-negara sekitarnya. "Pada Presiden, saya menyampaikan harapan komunitas internasional agar RI terus berperan dalam agenda HAM dunia. Bukan hanya sebagai anggota Komisi HAM PBB, tapi juga pemimpin regional," ujar wanita paruh baya yang baru pertama kali ke Indonesia itu. Disinggung mengenai pengamatannya terhadap penegakan HAM di NAD pasca konflik, pemilik rambut warna perak mengkilat itu mengaku belum mendapatkan masukan yang lebih detail. Dirinya sendiri baru kemarin berkunjung ke NAD, dan itu pun hanya satu hari saja. "Saat ini Aceh dalam proses recovery pasca bencana dan implementasi MoU Helsinki. Dapat dipahami bila dampak dari tsunami dan konflik yang panjang itu, masih terasa," imbuhnya.
(lh/nrl)











































