JK Peringatkan Golput Bakal Dapat Pemimpin yang Salah
Jumat, 13 Jul 2007 15:27 WIB
Jakarta - Menjelang Pilkada DKI Jakarta, jumlah golput diperkirakan meningkat tajam. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai sah-sah saja golput menjadi hak politik warga. Tapi tanggung sendiri resikonya nanti."Cuma sayang sekali, karena nanti ada pemimpin yang salah. Kenapa dia tidak memilih. Yang tidak memilih tanggung jawab (sendiri), kenapa tidak memilih yang bertanggung jawab atau yang disukai," kata JK dalam jumpa pers di Sekretariat Wapres, Jl Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2007).JK juga menilai negatif ajakan golput pada Pilkada DKI yang terpajang pada spanduk di sejumlah sudut ibukota. Hal itu dianggap bertentangan dengan logika berpikir bahwa demokrasi adalah hak."Orang berteriak demokrasi, tapi hak demokrasinya tidak dipakai. Ini dilema, bertentangan dengan apa yang diucapkan," ketus JK.Menurut JK, pemilu memang salah satu hak masyarakat untuk diikuti, bukan kewajiban. "Waktu pemilu kemarin cuma 80 persen yang ikut, yang golput 20 persen. Ini pilkada 60 persen ikut, 40 persen golput," ujarnya menyebut rata-rata jumlah pemilih pilkada daerah lain.
(fiq/sss)











































