Busway Kisruh, BLU Transjakarta Minta Tarif Dinaikkan

Busway Kisruh, BLU Transjakarta Minta Tarif Dinaikkan

- detikNews
Jumat, 13 Jul 2007 12:25 WIB
Jakarta - Subsidi dan tarif naik. Itulah solusi kisruh operator Transbatavia vs Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta. Selama subsidi cekak, operasional busway tetap jalan di tempat."Kita akan meminta ada subsidi tambahan dan kenaikan tarif. Sepanjang belum ada sinyal penambahan, tidak bisa. Operasional busway akan tetap begini," kata Kepala Bidang Pengendali BLU Transjakarta, Rene Nunumete, kepada detikcom, Jumat (13/7/2007).BLU Transjakarta adalah pengelola busway bentukan Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan Transbatavia yang merupakan gabungan perusahaan swasta, bertugas memelihara dan mengadakan bus. BLU berwenang mengatur jadwal operasi bus.Menurut Rene, dengan tambahan subsidi ada perbaikan kualitas dari operasional busway."Dengan tarif Rp 3.500 pada Agustus hingga Desember 2007, kita butuh dana Rp 55 miliar. Kalau tarif naik menjadi Rp 5.000 hanya butuh subsidi Rp 18 miliar," ujar Rene.Untuk itu, lanjut dia, BLU Transjakarta, Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta dan jajaran Pemprov DKI Jakarta akan bertemu menggodok usulan ini."Kita akan sampaikan ke Gubernur dan diharapkan DPRD DKI Jakarta mempertimbangkannya," kata dia.Tidak Pilih KasihRene mengakaui, pada jam-jam sepi penumpang sejumlah armada busway ditarik ke poolnya. Tidak hanya koridor II dan III, tapi juga koridor lain."Semua sama ditarik, nggak ada pilih kasih," cetusnya.Dia menyayangkan ancaman Transjakarta yang akan berhenti operasi gara-gara keuntungan yang mereka dapatkan lebih sedikit dibandingkan itung-itungan awal saat hendak busway dioperasikan pada 15 Januari 2006. Sebab operator itu sudah mengetahui jumlah subsidi yang digelontorkan Pemprov DKI Jakarta dan tarifnya pun tidak tidak tinggi yaitu Rp 3.500."Kita meminta subsidi Rp 280 miliar tetapi hanya dapat Rp 203 milar. Tarif tiket Rp 3.500 pun tidak cukup," beber Rene.Namun demikian, menurut dia, operasional busway telah sesuai standar pelayanan yang ditetapkan."Dalam konteks Transbatavia yang mempunyai 126 bus, kita operasikan 43 bus untuk koridor II dan III, 13 bus Koridor IV dan V, 15 bus untuk koridor VI dan VII. Totalnya 114 dan 12 bus cadangan," ujarnya. (aan/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads