Kepsek Ragu Iwan Kabur Gara-gara Rapor Jelek
Jumat, 13 Jul 2007 12:06 WIB
Bandung - Sebelum jadi korban mutilasi, Asep Ridwan Saefullah alias Iwan (11) disebut-sebut kabur dari rumah gara-gara khawatir nilai rapornya jelek. Namun hal itu diragukan kepala sekolah Iwan."Rapornya tidak terlalu jelek, lumayan bagus, rata-rata tujuh. Kalau rapor jelek lalu dia kabur, kayaknya nggak deh ya," ujar Kepsek MI Al Hikmah Dodo Arifin, usai pemakaman Iwan di TPU Maleer, Kebon Gedang, Kiaracondong, Bandung, Jumat (12/7/2007).Sebelumnya, ibu Iwan, Nawangsih menduga anaknya kabur gara-gara khawatir dimarahi. Iwan pun tidak hadir dalam pembagian rapor di sekolahnya pada 30 Juni 2007."Iwan anaknya baik, adaptasi dengan teman pun cukup bagus, meskipun dia anak pindahan. Dia baru masuk November 2006," kata Dodo.Perubahan perilaku Iwan tampak sekitar bulan Mei 2007. Dalam satu minggu, presensi Iwan mulai diwarnai alpa."Tiga hari masuk, tiga hari bolos. Kata teman-temannya, dia ikut ngamen bareng anak jalanan di Stasiun Kiaracondong. Tapi itu kan di luar tanggung jawab sekolah. Kita tidak tahu bagaimana akhirnya Iwan ini ngamen," kilah Dodo.
(fiq/sss)











































