Korban Mutilasi Dimakamkan, Ibundanya Histeris
Jumat, 13 Jul 2007 10:30 WIB
Bandung -
Ditinggal pergi selamanya oleh orang yang disayangi memang sangat berat. Itu pula yang dirasakan Nawangsih, ibu korban mutilasi Asep Ridwan Saefullah (11).Jenazah bocah yang akrap disapa Iwan itu dimakamkan di TPU Maleer, Kiaracondong, Bandung, Jumat (13/7/2007). Lokasi pemakaman itu hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumah duka yang berada di Jl Kebon Gedang RT 1 RW 6, Kiaracondong, Bandung.Saat jenazah anak laki-laki berumur 11 tahun itu dimasukkan ke liang lahat, Nawangsih menjerit histeris. Dia pun menangis meraung-raung hingga hampir pingsan.Beberapa kerabatnya lantas menangkap tubuhnya dan membawa perempuan malang itu kembali ke rumahnya.Bapak dan kakak kandung Iwan, Kusnadi dan Arif Robi Maulana (14) juga hadir di pemakaman itu. Mereka sudah cukup lama tidak bertemu Iwan. Pertemuan memang jarang terjadi lantaran orangtua Iwan bercerai saat bocah itu masih bayi.Masuk SurgaDalam prosesi pemakaman yang haru tersebut, terdengar percakapan lirih teman-teman sekolah Iwan di Madrasah ibtidaiyah Al Hikmah, Kebon Gedang, Kiaracondong, Bandung."Asep mah pasti masuk surga. Soalnya dia masih kecil dan dibunuh lagi," kata Riki, teman sekelas Iwan."Iya. Amin," sahut yang lain.Di mata teman-temannya, Iwan yang baru saja naik kelas IV itu adalah anak yang baik, meski kerap berbuat jahil. Sayangnya, Iwan kerap tidak masuk sekolah karena sering bermain di stasiun bersama anak-anak lainnya."Dia sering main sepakbola dan suka main ke sini (kuburan)," imbuh Riki.Hingga pukul 10.15 WIB, prosesi pemakaman masih berlangsung. Angin yang bertiup sepoi kadang menghantarkan bau mayat ke hidung para pelayat. Maklum, jenazah Iwan sudah mulai membusuk. Bunga tabur disiapkan, dan tangis kerabat masih terdengar mengiringi kepergian Iwan.
(nvt/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































