Ibu Korban Mutilasi Minta Pelakunya Langsung Dihukum Mati
Jumat, 13 Jul 2007 00:48 WIB
Bandung -
Sedih bercampur marah, itulah yang dirasakan oleh Nawangsih (34), ibu dari Asep Ridwan Saefullah (11) alias Iwan yang ditemukan tewas termutilasi di Klender. Sambil sesenggukan, dia minta pelaku pembunuhannya dihukum mati."Saya inginnya dia langsung ditangkap. Langsung hukum mati saja," ujarnya di rumahnya, Kebon Gedang RT 1 RW 6, Kecamatan Kiaracondong, Bandung, Kamis (12/7/2007)Nawangsih lalu membeberkan bagaimana dia memastikan bahwa mayat korban mutilasi itu adalah anak keduanya, Iwan. Cara mengenalinya adalah dengan melihat bekas luka di kaki kiri ."Ada luka di kaki kiri bekas main sepeda, kena jari-jari sepeda waktu kecil dulu." terangnya sambil terus terisak.Tragedi yang menimpa Iwan, menurut Nawangsih, sudah terasa sejak jauh hari. Ia mengaku sulit tidur saat Iwan sudah tidak pulang ke rumahnya.Nawangsih menilai kelakuan anaknya itu tidak ada yang berlebihan. Kesukaan Iwan pergi dalam berhari-hari tanpa kabar hanya dianggap wajar Nawangsih.Nawangsih yang terakhir bertemu Iwan tanggal 22 Juni 2007 itu mengatakan ada beberapa keinginan Iwan yang belum bisa ia penuhi. Kini Nawangsih hanya bisa mengingat Iwan dalam kenangan."Asep ingin ke pesantren, terus ingin dibeliin sepatu main bola. Itu yang terakhir saya ingat," tuturnya.Malang tidak dapat ditolak. Iwan sudah pergi ke pangkuan Tuhan. Nawangsih hanya bisa menyesali kenapa Iwan sampai kabur dari rumahnya."Dia itu kan kalau pagi suka pakai seragam dari rumah tapi ternyata tidak sekolah. Pas pembagian rapor dia mungkin takut ditanya rapor. Dia sudah takut sendiri lalu dia kabur, padahal sih nggak apa-apa," ucapnya penuh sesal.
(gah/gah)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































