Laporan dari Brussel
Promosi Pariwisata Jalan Terus
Jumat, 13 Jul 2007 00:13 WIB
Brussel - KBRI Brussel terus melakukan promosi pariwisata untuk menarik wisman. Tim tari Indonesia dihadirkan mengikuti World Festival of Folklore Schoten, Belgia. Respon publik ternyata positif.World Festival of Folklore Schoten edisi ke-49, yang berlangsung 6-13/7/2007, merupakan ajang promosi kebudayaan yang bergengsi, diikuti peserta dari berbagai negara Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia. Indonesia kali ini menjadi satu-satunya peserta dari Asia Tenggara.Tampilan Tari Betawi, Rantak Aceh, Tari Kecak dan Topeng Bali yang dimainkan belasan anak remaja dari Laboratorium Tari Indonesia, Jakarta, berhasil memukau bersaing dengan tim tari dari Argentina, Kanada, Jordania, Kenya, Serbia, Tuva (Federasi Rusia) serta tuan rumah Vlaanderen, Belgia. "Menjelang liburan musim panas ini, partisipasi Indonesia dalam Festival Folklor Internasional di Schoten ini akan kembali menggugah publik Belgia untuk tetap menjadikan Indonesia dan juga Bali sebagai tempat tujuan wisata yang menarik," ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa Nadjib Riphat Kesoema, Kamis (12/7/2007). Menurut Nadjib, masyarakat Schoten yang dalam tiga tahun terakhir telah relatif mengenai Indonesia melalui kesenian, keindahan alamnya dan program home-stay bagi peserta dari Indonesia dalam festival ini, memberi ikatan emosional yang amat berharga bagi diplomasi publik. Selain menyajikan tarian dan musik rakyat, Indonesia melalui Dubes Nadjib Riphat Kesoema juga mendapat kehormatan dengan dipercaya menjadi anggota Dewan Penyantun Festival Folklore Schoten ini. Anggota lainnya adalah dubes dari Argentina dan Yordania, Menteri Keuangan dan Anggaran Wilayah Vlaanderen, Gubernur Propinsi Antwerpen, Walikota Antwerpen, dan Walikota Schoten. Ketuanya adalah Yves Leterme, Perdana Menteri wilayah Vlaanderen, yang juga calon kuat Perdana Menteri Belgia.Secara terpisah, fungsi Informasi, Sosial dan Kebudayaan PLE Priatna kepada detikcom menjelaskan bahwa bagi masyarakat Vlaanderen kepercayaan kepada Indonesia itu merupakan bentuk komitmen kerjasama internasional mereka yang prestisius. "Ini juga sekaligus memberi tempat bagi Indonesia untuk dikenal dan tampil dalam idiom budaya dalam skala internasional," demikian Priatna. Di tengah padatnya acara festival, grup tari Indonesia secara khusus juga diminta tampil di depan publik di hal besar Wijnegem Shopping Center. Pertunjukan tari-tarian tradisional Indonesia yang dikemas interaktif dengan melibatkan penonton, berhasil memukau para pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. "Aksi ini merupakan bagian dari bentuk diplomasi publik yang efektif. Terutama anak-anak, sejak kecil kita tanamkan untuk mengenal Indonesia. Pengenalan kepada target audiens anak-anak mengenai Indonesia sejak usia dini akan bermanfaat di masa depan bagi pengembangan citra Indonesia," tandas Priatna. Dampak positif dari kegiatan promosi seperti ini memang cukup terlihat dari besarnya minat publik untuk berlibur ke Indonesia, terutama Bali yang tetap populer. Masyarakat Schoten dan Belgia ternyata tidak semua terpengaruh oleh pemberitaan belakangan ini."No. We don't afraid at all to go to Indonesia and even to have journey with Garuda to Yogya, Bali or Medan," demikian seorang wanita Schoten yang musim panas ini akan berlibur ke Indonesia bersama suami dan anaknya.Selain Brussel, KBRI-KBRI lainnya di Eropa dipantau dari websites mereka juga terlihat tetap gencar mempromosikan pariwisata Indonesia.
(es/es)











































