Polemik DCA Tidak Pengaruhi Kerjasama Militer TNI-SAF

Polemik DCA Tidak Pengaruhi Kerjasama Militer TNI-SAF

- detikNews
Kamis, 12 Jul 2007 19:10 WIB
Jakarta - TNI dan Singapore Army Forces (SAF) tampaknya tidak terpengaruh dengan macetnya pembahasan implementing arrangement (IA) perjanjian pertahanan DCA. Kerja sama militer kedua negara ini tetap berjalan.Soal kerjasama ini disampaikan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan Panglima SAF Letjen Desmond Kuek usai mengunjungi Menhan Juwono Sudarsono di Kantor Menhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2007)Kedatangan Desmond ke Indonesia secara resmi bertujuan untuk mengenalkan diri sebagai panglima SAF yang baru dan juga akan melakukan pertemuan dengan panglima TNI yang dilakukan secara rutin. Rencananya pertemuan resmi itu akan berlangsung besok 13 Juli 2007 di Jakarta"Dalam pertemuan itu dibicarakan tentang apa-apa kerjasama yang sudah dilakukan dan akan dilakukan. Jadi kita akan merencanakan untuk kerja sama yang telah dibuat tahun 2006 tapi dilakukan tahun ini dan rencana tahun 2008," kata Djoko.Menurut Djoko ada 4 agenda yang akan dibahas dalam pertemuan besok, yaitu Joint Intelligence Exchange, Joint Training Committee, Joint Coordinating Committee dan Joint Logistics Committee. Djoko menambahkan pertemuan juga akan membahas kerjasama yang sudah dilakukan Indonesia dan Singapura selama ini.Pendapat serupa juga disampaikan Desmond. Ia mengatakan kerja sama pertahanan dan militer kedua negara sangat penting, terutama untuk menumbuhkan saling pengertian di antara angkatan bersenjata."Kami sangat senang bekerja sama dengan TNI. Baik kerja sama di bidang latihan militer maupun non militer," katanya.Tanya jawab wartawan dengan Djoko dan Desmond berjalan lancar. Tetapi begitu pertanyaan wartawan pada Desmond menyinggung DCA, Djoko pun menginterupsinya."Begini, jadi kedatangan beliau bukan dalam kapasitas membicarakan DCA atau IA. Tidak ada itu. Komitmen beliau sama dengan saya," sela DjokoDitambahakan Djoko, persoalan DCA bukanlah porsi panglima kedua negara. Saat ini pembahasan tersebut sudah menjadi wewenang Departemen Luar Negeri kedua negara. Panglima TNI juga membantah bahwa pertemuan besok akan membahas soal DCA. Pertemuan yang berjudul Combine Report Meeting sudah dijadwalkan sejak tahun lalu di Singapura dan tidak ada hubungan dengan DCA. (gah/gah)


Berita Terkait