Rumah Terbakar, Uang Pensiun Rp 5 Juta Jadi Abu

Rumah Terbakar, Uang Pensiun Rp 5 Juta Jadi Abu

- detikNews
Kamis, 12 Jul 2007 15:52 WIB
Pekanbaru - Sebuah rumah permanen terbakar yang diduga akibat konsleting listrik. Dana pensiun Rp 5 juta untuk biaya anak sekolah dan kuliah turut musnah.Wajah wanita paroh baya Nurlaili (50) itu terlihat lemas. Pemilik rumah, di Jl Mulia Sari, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kec Bukit Raya, Pekanbaru sempat histeris melihat rumahnya dilalap sijago merah, Kamis (12/7/2007). Api pertama kali berkobar dari bagian dapur. Siang itu, Nurlaili tengah berada di kamar bagian depan. Sudah dua hari ini, dia mengalami sakit. Dia sendiri awalnya tidak mengetahui bila dapurnya terbakar."Saya tahu rumah ini terbakar justru dari tetangga yang sedang membersihkan halaman belakang rumahnya. Tetangga saya melihat atap dapur saya mengeluarkan api," katanya.Api begitu cepat merambat hingga kebagian depan rumahnya. Sedangkan mobil pemadam kebakaran datang 20 menit setelah api menghanguskan keseluruh ruangan. Nurlaili ibu dari empat orang anak ini, bersama tetangganya telah berupaya menyelamatkan barang-barangnya. Selain rumah hangus bersama barang-barangnya, yang membuat hati Nurlaili semakin teriris dia lupa menyelamatkan uangnya di dalam lemari kamarnya. Di lemari pakaian itu tersimpan uang kontan sebanyak Rp 5 juta."Waktu api membakar kamar bagian depan saya sudah panik. Saya di luar hanya teriak-teriak minta tolong, Tetangga hanya dapat menyelamatkan kuris dan tempat tidur saja. Saya pun lupa kalau di dalam lemari ada uang Rp5 juta. Duit itu pun hangus," kata Nur.Menurutnya, uang lima juta itu, merupakan dana pensiunan suaminya Syarifuddin (57) yang bekerja sebagai staf di Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang baru diterima dua pekan lalu. Uang itu sengaja tidak dimasukan ke bank, karena dalam pekan ini mereka akan membayarkan biaya sekolah dan dana untuk biaya kuliah."Anak saya ada yang mau masuk kuliah dan ada juga yang akan masuk SMU. Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Bapaknya anak-anak sudah pensiun," katanya.Padahal, kata Nur, besok rencananya dia akan membayarkan sejumlah keperluan untuk sekolah dan kuliah. Tapi sayangnya, belum lagi keperluan itu terlunasi, rumah bersama uangnya sudah dilalap sijago merah."Saya nggak tahu harus ngomong apa lagi. Rumah saya terbakar, uang sekolah anaknya saya juga ludes. Ya Allah,, begitu berat cobaan yang kau berikan pada kami," kata wanita ini sembari menangis. (cha/djo)


Berita Terkait