Ingin Jadi Negara Besar, Brasil Luncurkan Program Nuklir
Kamis, 12 Jul 2007 13:40 WIB
Sao Paulo - Brasil bertekad menjadi negara besar dengan meluncurkan program nuklir. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva siap mengucurkan US$ 3,5 miliar untuk program itu.Negara terbanyak meraih Piala Dunia Sepakbola itu berencana membuat kapal selam nuklir dan menuntaskan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Angra III yang tertunda selama 20 tahun."Brasil dapat menjadi salah satu dari beberapa negara di dunia yang memiliki teknologi pengayaan nuklir, dan saya pikir kita (Brasil) akan lebih dihargai sebagai bangsa, sebagai sebuah kekuatan yang inginkan," ujar Lula di Pusat Teknologi Kelautan di Sao Paulo, Brasil, Selasa (10/7/2007).Kapal selam nuklir itu membutuhkan dana US$ 68 juta selama 8 tahun pembangunannya. Sementara PLTN membutuhkan dana US$ 3,5 miliar selama 5,5 tahun."Jika dulu kita kekurangan uang, sekarang tidak akan kekurangan lagi," kata Lula seperti dikutip dari kantor berita AFP, Kamis (12/7/2007).PLTN Angra III berada di negara bagian Rio de Janeiro. Akhir Juni 2007 lalu, Komite Nasional untuk Kebijakan Energi Brasil menyetujui proyek itu dilanjutkan kembali."Kita akan menyelesaikan Angra III, dan jika perlu, kita akan terus membangun lebih banyak PLTN lagi, karena energinya bersih dan terbukti aman," imbuh Lula.Kebutuhan energi Brasil telah tumbuh cepat 5 persen per tahun. Menurut Lula, pemerintah harus bisa memberikan jaminan pada investor bahwa pasokan energi tidak akan berkurang setelah 2010.Namun Menteri Lingkungan Brasil Marina Silva menentang proyek nuklir ini. Menurutnya, 15 tahun terakhir ini, tak ada negara yang membangun PLTN karena problem limbahnya."Brasil punya sumber energi lain, ada potensial pembangkit listrik tenaga air dan sumber-sumber energi bersih lainnya," kata Silva.Tahun 2004 lalu, Brasil mengundang kontroversi karena membangun fasilitas pengayaan uranium di Resende, di pinggiran Rio de Janeiro. Brasil akhirnya dipaksa ikut dalam perjanjian non-proliferasi yang diatur International Atomic Energy Agency (IAEA).Program nuklir Lula ini merupakan program lama saat Brasil diperintah junta militer antara 1964-1985. Lula merupakan salah satu pimpinan serikat buruh yang getol menyerang kebijakan junta militer saat itu.
(aba/sss)











































