Korban Mutilasi Klender Sering Main di Stasiun Kiaracondong
Kamis, 12 Jul 2007 12:31 WIB
Bandung - Bocah korban mutilasi di Klender, Jakarta Timur, dipastikan bernama Asep Ridwan (11). Sehari-hari, bocah yang biasa dipanggil Iwan itu diketahui suka keluyuran di Stasiun Kiaracondong, Bandung."Seringkali bilang sekolah, tapi ternyata ke stasiun. Saya nggak tahu dia ngapain aja di stasiun," ungkap ayah tiri Iwan, Kamaluddin, ditemui di kediamannya di Jl Kebongedang, RT 1 RW 6, Kelurahan Kiaracondong, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (12/7/2007).Iwan bahkan bisa berhari-hari tak pulang ke rumah, hanya keluyuran di stasiun yang hanya berjarak 500 meter dari kediaman mereka itu. Karena kebiasaannya itu, Kamaluddin bersama ibu Iwan, Nawangsih, tak pernah khawatir Iwan akan menjadi korban pembunuhan.Menurut Kamaluddin, Rabu 27 Juni lalu, salah seorang tetangganya masih melihat Iwan berada di stasiun. Iwan terlihat menenteng tas plastik berwarna putih.Kamaluddin mengaku, saat Iwan mulai menghilang akhir Juni lalu, tak ada masalah apa pun di rumahnya. Kamaluddin berpikir, Iwan melakukan kebiasaan keluyurannya."Setelah beberapa hari ditunggu, tak kunjung pulang," kata Kamaluddin yang rumahnya yang terletak di gang-gang sempit di wilayah Kiaracondong itu.Istri Kamaluddin, Nawangsih, sejak Rabu 11 Juli malam telah berada di Jakarta. Polisi menjemputnya untuk memastikan kebenaran identitas korban mutilasi di Klender, Jakarta Timur, adalah Iwan.Pada saat bersamaan, ayah kandung Iwan, Kusnadi (36), juga dipanggil polisi dari Polsek Kiaracondong. Kusnadi mengaku telah diambil sampel darahnya untuk dicocokkan dengan darah Iwan.
(aba/nrl)











































