Rembesan Air di Borobudur Mulai Muncul Saat Restorasi 1973
Kamis, 12 Jul 2007 12:16 WIB
Yogyakarta -
Meski tidak masuk 7 keajaiban dunia, Candi Borobudur tetap harus di-uri-uri. Apalagi Unesco masih setia memasukkan candi raksasa itu dalam daftar warisan budaya yang dilestarikan.Masalah yang dihadapi Tim Konservasi Candi Borobudur saat ini, salah satunya rembesan air yang sulit dikendalikan. Rembesan air ini selalu berpindah-pindah.Menurut Kepala Konservasi Candi Borobudur Marsis Sutopo, rembesan air itu mulai muncul ketika dilakukan restorasi tahun 1973."Saat dilakukan penyusunan batu-batu candi, dulu dipasang lempengan timah dengan tujuan air tidak masuk ke tubuh candi dan di tanah perbukitan di sekeliling candi," terang Marsis pada detikcom di kantornya di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (12/7/2007).Marsis menjelaskan, lempengan timah itu disusun di lantai batu candi. Karena susunan batu candi itu tidak rapat dan ada celah, maka ketika terjadi hujan, air masuk ke bawah. Air yang ada di lempengan timah kemudian bocor, merembes ke dinding candi."Untuk mencari satu titik itu sangat sulit. Sehingga untuk mencari pusat kebocoran juga sulit mengingat hampir semua batu candi ada rongga," terang Marsis.Setelah hujan, rembesan air itu akan terlihat jelas. "Kalau musim kemarau seperti sekarang ini tidak tampak airnya," ujar Marsis.
(nrl/sss)










































