Teman Main Layang-layang Tagih Janji Hidayat Nurwahid
Kamis, 12 Jul 2007 11:28 WIB
Jakarta - Salah seorang guru yang berdemonstrasi di DPR mengaku teman masa kecil Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Dia meminta Hidayat tak seperti kacang yang lupa kulit."Pak Hidayat Nurwahid. Saya itu teman Bapak, kita teman main layang-layang dan teman saat mengajar di Klaten sebelum Bapak pindah ke Jakarta," pidato sang demonstran di hadapan rekan-rekannya di gerbang Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2007).Guru yang tak diketahui namanya ini meminta Hidayat untuk ikut mendesakkan realisasi anggaran pendidikan 20 persen. Hidayat diminta untuk tak lupa masa lalunya sebagai guru dan dosen."Bapak jangan seperti kacang lupa sama kulitnya. Teman-teman Bapak datang untuk menagih janji anggaran 20 persen," ujarnya lebih lanjut kemudian disambut tepuk tangan rekan-rekannya.Lain lagi aksi seorang orator lainnya. Jika kebanyakan orator berteriak menyampaikan tuntutannya, seorang orator dari Boyolali (Jateng) malah berorasi hal-hal yang mengundang senyum dan ketawa."Gara-gara gaji rendah, saya pagi makan tidak pakai lauk, sehingga kurus kerontang seperti ini," katanya kemudian disambut tepuk tangan dan tertawa rekan-rekannya.Orasi yang lebih mirip puisi itu berlanjut lagi."Guru-guru negeri di pusat sudah mendapat lauk pauk, tapi yang di daerah belum sehingga seperti saya. Tadi pagi juga tidak sempat makan, sehingga lemas," ucapnya kemudian disambut ketawa dan tepuk tangan rekan-rekannya lagi.Demonstrasi guru di DPR ini akan berlangsung sampai pukul 12.00 WIB, untuk selanjutnya melanjutkan aksi ke Istana Negara. Beberapa di antara mereka diterima masuk ke dalam gedung DPR oleh Komisi X DPR.
(aba/nrl)











































