Golkar: Zaenal Mundur, Tak Perlu Kocok Ulang Pimpinan DPR
Kamis, 12 Jul 2007 10:35 WIB
Jakarta -
Mencuatnya kembali isu koalisi kebangsaan dan koalisi kerakyatan setelah keputusan mundurnya Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif dinilai tidak perlu. Koalisi tersebut sudah tidak relevan lagi diperbincangkan."Sekarang koalisi sudah berubah. Yang ada pendukung dan oposisi terhadap pemerintah," ujar Wakil Sekjen Partai Golkar Rully Chaerul Azwar kepada detikcom, Kamis (12/7/2007).Sikap Golkar tersebut, menurut Rully, dimulai sejak diadakannya Musyawarah Nasional (Munas) Goplkar yang berlangsung di Bali, Desember 2004.Golkar, menurut Rully, tidak akan mengganti pimpinan DPR dengan mundurnya Zaenal. "Saya pikir Golkar tidak akan mengganti orang. Kita akan tetap mempertahankan Pak Agung," ujarnya.PBR, menurut Rully, akan segera mencari sosok pengganti Zaenal Ma'arif ketimbang mengusulkan kocok ulang. Menurutnya, langkah itu dinilai lebih baik daripada melakukan kocok ulang pimpinan anggota DPR."Tidak perlu ada kocok ulang. Jika Pak Zaenal mundur, terserah partai mencari penggantinya. Fraksi-fraksi lain tidak perlu diubah," kata dia.Namun, Rully menghormati fraksi lain jika mereka menginginkan diadakannya kocok ulang."Silakan saja. Kita menghargai," pungkasnya.Zaenal Ma'arif terpilih sebagai Wakil Ketua DPR setelah ia masuk dalam persaingan calon pimpinan DPR yang terbagi dalam dua paket yaitu dari Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan. Koalisi Kebangsaan terdiri dari Golkar, PDIP, PKB dan PBR. Sedang lawannya adalah PD, PKS, PPP dan PAN. Koalisi Kebangsaan menang sehingga Zaenal Maarif pun menduduki kursi wakil ketua DPR dari PBR.
(anw/nrl)










































