Deep Tunnel, Antara Jalan Tol dan Saluran Air Ibukota
Rabu, 11 Jul 2007 18:24 WIB
Jakarta - Saat musim kering bisa menjadi jalan tol, namun saat banjir bisa beralih fungsi jadi saluran air. Itulah gambaran multifungsi deep tunnel atau terowongan bawah tanah yang akan dibangun di Jakarta."Nantinya terowongan akan dibagi 3. Paling atas dan nomor dua, saat keadaan tidak banjir akan berfungsi sebagai jalan tol," ujar Ketua Badan Regulator Air Minum DKI Achmad Lanti usai bertemu Wapres JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (11/7/2007).Dia menjelaskan, di bagian paling bawah terowongan berisi air limbah warga Jakarta. Di bagian langit-langit akan dipasang utilitas, seperti kabel telepon dan listrik."Jadi jika ada masalah tidak perlu membongkar lagi seperti sekarang," imbuh Lanti.Pada saat banjir, lanjut dia, semua jalur akan ditutup dan akan dijadikan saluran air untuk pengendali banjir. Jika lancar, proyek ini paling cepat akan selesai pada 2015.Dana yang dibutuhkan untuk investasi proyek tersebut adalah Rp 16,25 triliun. Pemerintah akan berinvestasi Rp 5 triliun."Rp 5 triliun itu bisa jadi sharing antara pusat dan daerah," jelas Lanti.Konsep semacam itu telah diterapkan di beberapa kota seperti Kuala Lumpur di Malaysia, Singapura, dan Chicago di AS. Untuk studi banding, Sutiyoso akan berkunjung ke Kuala Lumpur untuk menyaksikan penerapan konsep tersebut pada 22 Juli 2007.
(nvt/nrl)











































