Geliat Parpol Lokal di Aceh (4)
Si Kuning Selimuti Lambang GAM
Rabu, 11 Jul 2007 18:06 WIB
Banda Aceh - Kain berwarna kuning itu sedikit berkibar ketika diterpa angin. Lambang bulan sabit berdasar warna merah menyala yang bergaris pinggir hitam putih kemudian hitam lagi itu sedikit tersibak. Itulah lambang Partai GAM yang sejak akhir pekan lalu memancing perdebatan di berbagai kalangan. Lambang partai ini memang mengingatkan orang tentang Gerakan Aceh Merdeka. Karena sejak dideklarasikan tahun 1976 oleh Hasan Tiro, lambang tersebut sudah dijadikan bendera GAM. Tak hanya itu, partai ini juga diusung oleh sejumlah petinggi GAM. Sebut saja Ketua Umumnya yang dijabat Malek Mahmud. Belum lagi sejumlah nama lainnya yang menghiasi kursi ketua seperti mantan Panglima GAM, Muzakkir Manaf. Mantan petinggi sayap militer GAM lainnya seperti Darwis Jeunib juga terlihat hadir. "Kita memang minta agar lambang itu diturunkan, ya kalau tidak bisa tolong ditutup sambil menunggu pengesahannya. Kita lihat sudah ditutup, tapi kalau kita lihat, menutupnya tidak ikhlas itu. Masih terlihat juga gambarnya," ujar Kapoltabes Banda Aceh Kombes Pol Zulkarnaen yang dihubungi detikcom, Rabu (11/7/2007). Sementara itu, Kapoltabes mengaku sampai hari ini, pihaknya belum mendapat tanggapan atas surat yang dikirimkannya ke Partai GAM. Surat bernomor B/10/VII/2007 itu berisi keberatan terhadap penggunaan nama GAM dan lambang bendera bulan bintang. Kepolisian minta agar lambang partai itu diturunkan dulu. Padahal menurut Zulkarnaen, dalam hal ini polisi hanya menjalankan tugasnya seiring dengan semangat dan jiwa untuk tetap menjaga perdamaian. "Polisi itu tidak berpolitik. Kita hanya ingin menegakkan butir-butir kesepakatan Helsinki itu," lanjut dia. Terkait hal ini, Zulkarnaen mengaku diminta datang ke Interpeace (international Peace Building) yang ada di Banda Aceh. Lembaga internasional yang mulai beroperasi di Aceh sejak Januari silam ini merupakan lembaga yang memantau dan memberi masukan tentang proses damai yang tengah berlangsung di Aceh."Saya diminta datang ke Interpeace, karena mereka (Partai GAM) mengirim surat ke sana, yang intinya mereka minta agar Interpeace memberitahu Kapoltabes soal partai mereka. Nah waktu di sana, saya bilang bagaimana pendapat mereka tentang tindakan saya. Mereka setuju dengan tindakan saya. Mereka kan netral, baik," katanya lagi. GAM sendiri sampai saat ini bersikukuh untuk tetap menggunakan bendera GAM sebagai lambang partai mereka. "Itu (gambar bendera GAM), legal dan diakui di UUPA," ujar mantan juru bicara GAM wilayah Pidie Suadi Sulaiman Laweung pada detikcom, Rabu (11/07/2007). Bahkan kata dia, partai ini kelak akan dideklarasikan oleh pimpinan tertinggi GAM, Hasan Tiro, meski belum diketahui jadwal pastinya. Partai GAM juga disebutkan dia sebagai satu-satunya partai yang didirikan oleh GAM. Tapi partai ini terbuka untuk seluruh lapisan rakyat Aceh.
(ray/asy)











































