Pertemuan di Rumah Zarkasih Bahas Pemindahan Senjata
Rabu, 11 Jul 2007 16:39 WIB
Sleman - Sejumlah pertemuan penting digelar di rumah kontrakan tersangka terorisme, Zarkasih alias Mbah. Pertemuan itu antara lain membahas mengenai pemindahan senjata, karena kondisi Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang semakin mengkhawatirkan. Pertemuan-pertemuan di rumah kontrakan Zarkasih di Dusun Watu Getek, Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman terungkap dalam rekonstruksi yang digelar Polri Rabu (11/7/2007). Dalam rekonstruksi ini dihadirkan empat tersangka, yakni Abu Dujana, Zarkasih, Nur Afifuddin, dan Bejo alias Wahid. Sebagian tersangka terorisme diperankan oleh polisi, karena masih buron. Menurut Asluddin Hadjani, pengacara para tersangka terorisme, rekonstruksi di rumah kontrakan Zarkasih terdiri dari tiga adegan. Adegan pertama, pertemuan setelah insiden Poso 11 Maret 2007. Pertemuan ini dilakukan untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan Abu Dujana cs dan mendengarkan laporan dr Agus. Untuk diketahui, saat ini dr Agus masih buron. Adegan kedua, pertemuan pasca peristiwa 22 Maret di Poso. Pertemuan yang digelar 3 April 2007 ini dihadiri oleh Zarkasih dan Abu Dujana. Dalam pertemuan ini disepakati bahwa tidak ada manfaat untuk membenturkan antara umat muslim dengan aparat. Adegan ketiga, pertemuan untuk membahas pemindahan senjata, karena pengamanan di Poso sangat diperketat. Abu Dujana cs sepakat memindahkan senjata dari tempat semula ke tempat lain. Ketika ditanya apa ada silang pendapat dalam rapat itu, Asluddin mengaku tidak ada. "Semua setuju ada pemindahan senjata dan mereka punya peran masing-masing dalam pertemuan itu," ujar dia. Rekonstruksi ini usai sekitar pukul 15.30 WIB. Seusai rekonstruksi, Abu Dujana tampak dikeluarkan pertama kali dari rumah tersebut. Tangan dan kaki Abu Dujana diborgol. Begitu juga dengan Zarkasih. Zarkasih dan Abu Dujana dimasukkan ke dalam mobil berlainan saat meninggalkan lokasi.
(asy/nrl)











































