SBY-Lee Perlu Lobi Tuntaskan DCA

SBY-Lee Perlu Lobi Tuntaskan DCA

- detikNews
Rabu, 11 Jul 2007 15:37 WIB
Jakarta - Mentoknya perjanjian kerjasama pertahanan (DCA) antara RI dan Singapura perlu campur tangan pimpinan kedua negara. Presiden SBY dan PM Singapura Lee Hsien Loong diminta turun tangan melakukan lobi tingkat tinggi."Saya pikir kalau dengan lobi setingkat menteri pasti tidak akan jalan," kata Direktur Eksekutif Propatria Institute Hari Prihatono.Hal ini disampaikan Hari dalam diskusi bertajuk "Menyoal kerjasama pertahanan RI-Singapura antara ekstradisi atau kedaulatan negara" yang diselenggarakan Lingkar 98, di Hotel Sofyan, Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2007).Menurut dia, lobi tingkat tinggi SBY dan Lee diperlukan untuk mereformulasi isi pasal-pasal perjanjian DCA."Setidaknya hanya itu yang bisa dilakukan karena membatalkan perjanjian tidak mungkin karena Singapura sudah menegaskan mereka tidak pernah membatalkan perjanjian yang sudah ditandatangani," ujarnya.Dikatakan Hari, Indonesia sebaiknya tidak menyalahkan Singapura atas pasal-pasal dalam DCA, seperti yang pernah dilontarkan Menhan Juwono Sudarsono."Jangan salahkan orang lain kenapa pintar. Salahkan kita yang bodoh karena sejak awal Indonesia menempatkan posisinya lemah," cetusnya.Saat ini, lanjut Hari, parlemen sebaiknya mengulur waktu dengan tidak meratifikasi perjanjian itu. "Kita ajak Singapura bernegosiasi ulang minimal menyamakan interpretasi pasal-pasal dalam DCA," kata dia.Dalam kesempatan yang sama, mantan Duta Besar RI di Singapura Luhut Binsar Panjaitan menilai secara umum perjanjian DCA RI dan Singapura tidak aneh. Namun ada klausul yang harus direvisi."Seperti kita yang menentukan negara mana yang boleh diajak oleh Singapura, dan bentuk latihannya kita susun bersama," imbuh purnawirawan jenderal ini. (aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads