Terima Rp 15 Juta dari Rokhmin, AJI Akui Kejeblos
Rabu, 11 Jul 2007 15:29 WIB
Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengaku telah menerima uang Rp 15 juta dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri. Ketua Umum AJI Heru Hendratmoko mengatakan hal tersebut adalah sebuah keteledoran."Saya harus akui bahwa di AJI terdiri dari manusia juga yang pernah salah. Kita akui kita kejeblos. Dan kita harapkan ini tidak terjadi lagi," katanya pada jumpa pers di kantor AJI Pusat, Jl Kembang Raya, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2007).Tetapi dana dari Rokhmin itu masih belum diketahui apakah dari kocek Rokhmin pribadi atau dari DKP. Untuk itu Heru mengatakan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan internal agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.Tentang penerimaan dana yang digunakan dalam perayaan HUT ke-10 itu, Heru juga mengaku AJI telah menerima dana dari berbagai sponsor juga sumbangan dari donatur seperti Gunawan Muhammad, Didik Supriyanto, dan nama-nama lain termasuk Rokhmin Dahuri. Tetapi semua donatur tersebut diterima setelah melalui rapat terlebih dahulu. "Tapi yang jelas saat itu kita tidak tahu, itu dana pribadi Rokhmin atau DKP. Dan kita juga tidak pernah membuat proposal untuk mencari dana," katanya.Sementara itu, Sekjen AJI Abdul Manan mengatakan AJI diperkenankan untuk menggali dana dari berbagai sumber sesuai dengan AD/ART-nya. Namun itu harus melewati berbagai syarat, antaralain penyumbang tidak bermasalah dalam HAM, korupsi, dan pelanggaran hukum lainnya."Kalau terjadi seperti ini, ini artinya kita keteledoran. Untuk itu kita akan berbenah diri dan mendukung penuh upaya pemerintah dalam kasus DKP. Itu sebagai bentuk koreksi kita," tuturnya.AJI sudah mengembalikan dana Rp 15 juta tersebut melalui Depsos. AJI sudah berusaha mengembalikan ke DKP tapi tidak ada tanggapan dan mekanisme pengembaliannya juga tidak jelas.
(gah/nrl)











































