Distributor Obat Cina Ilegal Terbesar di RI Dibekuk
Rabu, 11 Jul 2007 14:39 WIB
Jakarta - Toko Obat Makmur telah lama berdiri dan diwariskan turun temurun. Toko ini melakukan transaksi jual beli 25 jenis merek obat Cina ilegal. Ribuan butir obat senilai ratusan juta rupiah ini pun disita.Toko yang terdaftar atas nama PT Sinar Herba Radix ini beralamat di Jalan Kemenangan nomor 16-18 RT07/RW 02 Glodok, Tamansari, Jakarta Barat. Toko yang cukup besar ini digerebek pada 9 Juni pukul 11.00 WIB.Toko milik Arief Ramon (28) itu menjual dan membeli berbagai merek jenis obat tradisional berasal dari Cina tanpa memiliki izin edar dari Depkes cq BPOM."Ada 25 macam jenis obat tradisional yang tidak ada izinnya, tidak ada label dari Depkes dan BPOM," kata Direktur V Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri Brigjen Pol Hadiatmoko saat melakukan olah TKP, Rabu (11/7/2007).Menurut dia, toko obat ini terbesar di Indonesia dan mendistribusikan dagangannya ke seluruh toko obat Cina yang ada di Indonesia."Mereka melakukan impor secara legal. Tetapi mereka mengedarkan obatnya tanpa seizin BPOM, tanpa memberi lebel. Kita kembangkan apa ada keterlibatan oknum Bea Cukai," ujar Hadi.Dari toko itu, polisi menyita ratusan dus berisi obat tradisional berbagai merek, dokumen faktur penjualan, serta pembukuan. Ada obat pelangsing, flu, stroke, dan obat kuat yang disemprot maupun diminum. 4 Saksi toko obat dimintai keterangan."Toko ini hanya memiliki izin untuk 17 jenis obat lainnya antara lain Chinesse Paten Medicin, Liu Wei, Tianweng, dan Jiu Nau. Saya imbau masyarakat berhati-hati bila mengkonsumsi obat Cina dan tetap melihat label dari Depkes dan BPOM," kata Hadiatmoko.Ditemui terpisah, Ketua RW setempat, Ferri, menambahkan toko obat ini resmi. "Cuma memang mereka belum sempat mengurus izin ke BPOM," kata dia.Sumber dari kepolisian menyebutkan toko obat Makmur ini merupakan toko nomor dua terbesar di Indonesia dan satu jaringan dengan toko obat di Medan, Bandung dan Surabaya."Toko terbesar terdapat di Jakarta dan masih diselidiki," ujarnya.Pengamatan detikcom, kardus besar berisi obat Cina tampak bertumpuk-tumpuk dalam 2 gudang. Garis polisi pun melingkar di depan toko yang berlokasi di pemukiman padat penduduk itu.
(aan/nrl)