Adang Rindu Walikota Perempuan

Adang Rindu Walikota Perempuan

- detikNews
Rabu, 11 Jul 2007 12:55 WIB
Jakarta - Jatah perempuan menduduki jabatan di birokrasi masih minim. Jika terpilih, cagub DKI Jakarta Adang Daradjatun berjanji akan menerapkan kuota 30% untuk perempuan."Oh itu pasti diterapkan. Bagaimana pun sudah ada aturannya. Saya berharap ada camat perempuan, ada walikota perempuan," kata Adang dalam acara diskusi publik bertajuk "Meneropong dan menuntut program pembangunan yang tanggap gender di DKI Jakarta".Acara ini digelar di kediaman anggota DPD dari Jakarta, Moeryati Soedibyo, di Jalan Ki Mangunsarkoro Nomor 69, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2007).Sewaktu menjabat Wakapolri, Adang mengaku telah menerapkannya di jajaran kapolsek."Saya ingat ketika memperjuangkan kapolres dan kapolsek perempuan, saya mendapat tanggapan dan kritikan dari banyak pihak karena itu daerah kriminal berbahaya. Saya sudah terapkan itu di kapolsek," ujarnya.Menurut dia, perempuan lebih bagus ditempatkan di pelayanan umum karena dinilai lebih bijak dan santun.Tiba-tiba seorang peserta perempuan melontarkan pertanyaan. "Kapan Bang diusahain," kata perempuan itu."Menang saja belum tentu. Tetapi kalau kapolsek seperti di bandara itu bagus, karena mengarah kepada pelayanan umum," sahut Adang sambil tertawa.Ketika ditanya akankah menerapkan perda syariah jika menang, Adang membantahnya. "Soal Perda kita melihatnya harus fair apalagi ini menjelang Pilkada. Menurut saya itu black campaign buat saya dan PKS. Kita tidak akan ada perda seperti itu di DKI Jakarta karena kota internasional," bebernya.Kuota 30%Dalam kesempatan yang sama, Moeryati berharap cagub terpilih memperhatikan kuota perempuan 30% dalam pemerintahan."Gubernur nanti harus tanggap gender artinya memikirkan kesetaraan pria dan wanita dalam hal wewenang dan kemampuannya. Pemda sekarang sudah bangus ada kepala suku dinasnya perempuan tetapi belum memenuhi kuota yang dibutuhkan. Kuota ini belum dirasakan," kata Moeryati.Fauzi Bowo yang diundang dalam acara ini absen lantaran harus menghadiri pemilihan rektor UI. (aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads