Denny JA: Jika Menang, Adang Bisa Ditawan DPRD
Rabu, 11 Jul 2007 10:51 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA punya pendapat serupa dengan pengamat lainnya. Adang Daradjatun diprediksi akan ditawan DPRD DKI Jakarta jika menang menjadi gubernur.Denny membeberkan 3 indikator. Pertama, posisi Cagub DKI Jakarta Fauzi Bowo lebih diuntungkan ketimbang Cagub DKI Jakarta Adang Daradjatun di parlemen."Jika Fauzi terpilih, lebih tune in, mudah kerjasama untuk membuat program pembangunan di parlemen karena didukung oleh 75% partai nasional. Sebaliknya jika Adang terpilih, dia harus membuat kompromi dengan partai nasional yang menjadi lawannya. Dia bisa ditawan dengan DPRD yang dukungan mayoritasnya ke Fauzi," kata Denny saat dihubungi, Rabu (11/7/2007).Indikator kedua, menurut Denny, pengusaha nonpribumi yang memiliki modal besar di Jakarta akan lebih mudah bekerjasama dengan Fauzi karena memiliki pengalaman dan didukung partai nasional."PKS mungkin memiliki hubungan dengan pengusaha nonpribumi. Namun hubungan itu tidak senyaman dengan partai-partai seperti PDIP, Golkar dan Demokrat. Jadi Adang akan butuh waktu lama untuk adaptasi, berbeda dengan Fauzi yang sejak lama menjalin komunikasi," ujar dia. Lebih lanjut, Denny mengatakan kelompok sekuler dan minoritas dinilai lebih nyambung berkomunikasi dengan Fauzi ketimbang Adang."Saya memprediksi Adang butuh waktu lama untuk menyakinkan kelompok sekuler dan minoritas bahwa PKS punya prinsip yang sama tentang metropolitan," kata Denny.Dari 3 indikator itu, kata Denny, Fauzi lebih diuntungkan ketimbang Adang. "Saya memprediksi Pilkada DKI Jakarta akan berakhir dengan strong leader, dukungan parlemen yang mayoritas, karena semua inginkan Jakarta nyaman. Jika tidak ini akan fatal buat Jakarta," bebernya.Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani memprediksi jika Adang terpilih maka akan sangat berisiko. Adang diprediksi akan mengalami nasib serupa dengan Nurmahmudi Ismail yang program pembangunannya dijegal DPRD yang terdiri dari partai-partai yang tidak mendukungnya.
(aan/nrl)











































