Ada Partai GAM, Masyarakat Jangan Dibodohi
Rabu, 11 Jul 2007 07:01 WIB
Jakarta - Munculnya Partai GAM sebagai partai lokal disikapi beragam. Sebagian kalangan berpendapat, keberadaan partai tersebut tidak perlu dipersoalkan."Tidak perlu ada reaksi yang berlebihan. Serahkan saja ke masyarakat biar memutuskan. Jangan bodohi masyarakatlah," kata pengamat politik Indra J Piliang dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (11/7/2007).Dia menambahkan, belum tentu Partai GAM akan menang dalam pemilu. "Masyarakat akan menilai. Mereka semakin kritis dan positif kok," beber pengamat CSIS ini.Menurut Indra, alasan lain yang membuat Partai GAM tak perlu dikhawatirkan adalah karena GAM tidak punya pasukan militer, moneter, dan politik luar negeri."Itu hanya kekuatan politik semata di tingkat lokal. Kalau pemerintah menyetujui partai ini, bukan lantas melegalkan separatisme," tuturnya.Lebih lanjut, Indra menambahkan, keberadaan parpol lokal semacam Partai GAM bisa ditransfer ke wilayah lain. "Bisa jadi ada partai OPM dan Partai RMS. Ini sarana menyalurkan aspirasi. Ini perjuangan legal," bebernya.Di negara lain, menurut Indra, juga diperbolehkan terbentuknya partai bagi kelompok yang ingin memisahkan diri. Dan partai itu, tak ubahnya penyalur aspirasi."Partai itu misalnya di Kashmir, India, dan Quebec di Kanada," tukasnya. Namun, berbeda dengan Indra, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, tidak setuju pembentukan partai tersebut. "Tentu saja, pendirian parpol GAM tak dapat dibenarkan. Selain bertentangan dengan konstitusi dan UU, juga dapat merusak tujuan parpol lokal," Ray beralasan.
(nvt/ary)











































