Pengungsi Letusan Gamkonora Jadi 8.439 Orang

Pengungsi Letusan Gamkonora Jadi 8.439 Orang

- detikNews
Selasa, 10 Jul 2007 18:01 WIB
Jakarta - Pengungsi letusan Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara (Malut) terus bertambah. Dari 3 ribu pengungsi menjadi 8.439 orang.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan (Depkes) Rustam S Pakaya dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Selasa (10/7/2007)."Ada 8.439 pengungsi dari Kecamatan Ibu dan Kecamatan Ibu Selatan," ujar Rustam.Rinciannya, menurut Rustam, dari Kecamatan Ibu ada 5.107 orang. Terdiri dari 3.284 pengungsi dari Desa Baru, 679 pengungsi Desa Adu, masing-masing 395 pengungsi Desa Nanas dan Desa Ngawet, serta 354 pengungsi Desa Jere.Sedangkan untuk Kecamatan Ibu Selatan ada 3.332 pengungsi, terdiri dari 893 pengungsi Desa Gamsungi, 1.437 pengungsi Desa Bataka, serta 1.002 pengungsi Desa Talaga."Semuanya dievakuasi ke Kecamatan Ibu Tengah di Desa Tosoa, Goal, Togola dan Tongute," ujar Rustam.Bantuan MaskerMerespons bencana di Gunung Gamkonora, Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan darurat berupa 20 ribu masker dan obat-obatan untuk 1.000 pasien bagi para pengungsi. Bantuan diambil dari gudang regional PMI di Jakarta dan rencananya akan dikirimkan ke Maluku Utara sore hari ini."Masker kita segera kirimkan agar warga terhindar dari penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat dari asap letusan gunung tersebut," kata Kepala Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI Arifin Muh Hadi dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa.Sementara bantuan obat-obatan dikirimkan untuk membantu meringankan penderitaan para pengungsi yang mulai terserang berbagai penyakit. Selain ISPA, sejauh ini para pengungsi mulai terserang penyakit influenza dan demam.PMI Malut juga akan mengirimkan 1 unit kendaraan ambulans yang akan ditempatkan di lokasi pengungsian. Selain itu PMI Malut telah memobilisasi 10 relawan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgana) untuk membantu evakuasi dan penilaian di lokasi bencana. (nwk/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads