Gamkonora Meletus, Pilot Harus Terbang di Atas 8.000 Kaki
Selasa, 10 Jul 2007 16:57 WIB
Jakarta - Gunung Gamkonora meletus di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, berdampak pada penerbangan. Departemen Perhubungan pun mengeluarkan Notice to Air Man (Notam) pada para pilot agar tak terbang di ketinggian 8.000 kaki atau kurang, atau menghindari daerah Halmahera Barat."Kita sudah keluarkan Notam dua kali. Pertama Senin kemarin pukul 19.05 WIB, dan kedua hari ini pukul 09.37 WIB," ujar Direktur Keselamatan Penerbangan (Kespen) Ditjen Perhubungan Udara Dephub Iing Iskandar ketika dihubungi detikcom, Selasa (10/7/2007).Notam tersebut berisi informasi daerah letusan Gunung Gamkonora, koordinatnya, termasuk ketinggian letusan ke udara, jangkauan letusannya, dan jenis materialnya.Notam itu juga menyarankan ketinggian terbang minimal pesawat udara agar aman dan terhindar dari debu-debu vulkanik. Utamanya, penerbangan yang menuju Maluku dan Papua."Kita diinformasikan letusan gunung Gamkonora di udara mencapai 8.000 kaki. Selain itu kita juga diinformasikan jangkauan letusannya mencapai berapa kilometer. Jadi ya jangan terbang di bawah ketinggian itu. Kalau bisa di atas 24 ribu kaki," ujar Iing.Atau, lanjut Iing, kalau perlu mengambil jalur memutar menghindari daerah letusan itu. Notam itu sudah dikeluarkan pihak informasi penerbangan regional di Ujung Pandang.Masa berlakunya Notam, lanjut Iing, diperkirakan hingga tanggal 20-an Juli. "Kita akan terus memantau dan memperbarui Notam sesuai dengan keadaan di lapangan. Kita punya informasi penerbangan regional, satelit dari Jepang juga ikut memantau," lanjutnya.Notam tersebut dikeluarkan karena surat yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kepada Direktorat Kespen Senin kemarin tentang Gunung Gamkonora yang meletus.
(nwk/nrl)











































