JK: Pakai Sarung Temui Presiden AS, Tidak Ada yang Salah!
Selasa, 10 Jul 2007 15:43 WIB
Jakarta - Jika bertemu dengan Presiden tidak harus mengenakan setelan jas. Bagi Wapres Jusuf Kalla, sarung bisa menjadi alternatif kostum pilihan."Kemarin utusan Kongres AS (Eni Faleomavaega) datang dengan rok, baju adatnya dia. Jadi kalau kita pakai sarung ketemu Presiden AS, tidak ada yang salah," kata Wapres Jusuf Kalla yang disambut tawa. Gerrr...!Hal ini disampaikan JK saat menerima rombongan angkatan XV Lemhannas di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2007).Dalam kesempatan itu, JK meminta diturunkannya anggaran belanja barang untuk tiap-tiap departemen dan menaikkan belanja modal. "Selain itu kita juga harus menghemat pemakaian listrik. Di departemen-departemen itu kan boros sekali pemakaian AC-nya itu karena budaya pemakaian jas di kantor-kantor padahal kita ini kan negara tropis," ujarnya.Menurut dia, tidak ada negara tropikal di dunia yang memakai jas selain Indonesia. "Di Meksiko, Singapura, Malaysia itu tidak memakai jas. Batik kita bagus, sarung kita juga bagus. Banyak baju daerah kita yang bagus-bagus," lanjut politisi asal Golkar ini.JK jugamenceritakan saat ada seorang menteri yang mau bertemu dengannya dengan mengenakan jas."Terus ajudan saya bilang, Pak...menterinya pakai jas lengkap, Pak. Terus saya bilang, Pak Menterinya mau ketemu saya atau baju saya. Kalau mau ketemu saya, ya begini. Kalau mau ketemu baju saya, ya nanti saya gantung jas saya di sebelah," beber JK yang disambut tawa hadirin.
(aan/nrl)











































