Pemerintah Diminta Waspadai Kedatangan Tokoh HAM Asing
Selasa, 10 Jul 2007 12:56 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta mewaspadai kedatangan sejumlah utusan HAM dari berbagai lembaga asing ke Indonesia. Hal ini terkait munculnya kembali gerakan separatisme di berbagai daerah."Kita harus waspadai mereka yang datang. Seperti anggota Kongres AS kemarin," Kata Gubernur Lemhannas Muladi usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Angkatan XV Lemhannas di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (10/7/2007).Jika perlu, tegas Muladi, pemerintah sebaiknya menolak tamu-tamu yang akan memberikan pengaruh buruk bagi Indonesia. "Nggak usahlah kita bersopan santun kalau itu bikin kita kalang kabut. Tolak saja kalau perlu," cetusnya. Terkait aksi penari liar Cakalele yang membentangkan bendera RMS di peringatan Harganas 29 Juni lalu, Muladi mengatakan saat ini RMS tidak perlu dikhawatirkan. "RMS saya kira sudah tidak ada artinya," ujar Muladi.Justru, lanjut Muladi, Aceh dan Papua merupakan dua daerah yang harus terus mendapat perhatian dari pemerintah. "Kalau RMS itu dia tidak punya sumber daya manusia yang kuat. Sedangkan Aceh dan Papua, mereka punya sumber daya manusia yang kuat, sumber daya alam yang kaya, dan koneksi internasional," pungkasnya.
(bal/sss)











































